Makalah || peradaban islam di dunia (mekkah, madina, bagdad, istanbul, kordova) || sejarah kebudayaan islam || materi SKI kelas XII XI X MA SMA SMK

MAKALAH
PERADABAN ISLAM DI DUNIA (MEKKAH, MADINAH, BAGDAD, KORDOVA, ISTANBUL)






Di Susun Oleh;


TAHUN PELAJARAN 2016/2017 

KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr.Wb.
Alhamdulillah penulis ucapkan kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat, taufik dan hidayah-Nya sehingga penulisan makalah tentang “PERADABAN ISLAM DI DUNIA (MEKKAH, MADINAH, BAGDAD, KORDOVA, ISTANBUL)” dapat terselesaikan tepat pada waktunya.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu terselesaikannya laporan ini, terutama kepada teman-teman yang telah membantu terselesaikannya laporan ini.
Penulis menyadari bahwa penulisan laporan ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran sangat penulis harapkan. Dan semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi pembaca.
Wassalamualaikum Wr. Wb.


.........., 7 Maret 2017
Penulis

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang....................................................................................................................................
B. Rumusan Masalah.............................................................................................................................

BAB II PEMBAHASAN

A. MEKKAH..................................................................................................................................................
B. MADINAH................................................................................................................................................
C. BAGDAD...................................................................................................................................................
D. ISTANBUL................................................................................................................................................
E. KORDOVA................................................................................................................................................

BAB III KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan.............................................................................................................................................
B. Saran..........................................................................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Peradaban Islam pada mulanya mulai dari zaman Rasulullah saw. Sampai abad ke-12 M. Telah berhasil dengan gemilang membangun peradaban-peradabannya yang untuk dan melahirkan sejarawan kelas dunia. Itulah sebabnya peradaban islam dapat  melahirkan organisasi , bahasa wilayah, pusat ekonomi, pendidikan, kepercayaan  dan ilmu pengetahuan yang sumber dan tuntutannya tidak lepasdariyng utama “Islam”.
Di permukaan  dunia ini pernah timbul beberapa peradaban, tetapi kemudian menghilang sirna. Ilmu pengetahuan dan kebudayaan telah pernah tersebar meningkat gemilang , tapi akhirnya merosot menjadi rusak. Petunjuk-petunjuk keagamaan pernah bercahaya laksana bulan purnama, tapi akhirnya redup dan gelap gulita.
Begitulah manusia senantiasa dalam keadaan tidak tetap, antara bangkit dan jatuh, turun dan naik. Malah bangsa-bangsa ada di antaranya yang tadinya begitu besar dan jaya lama-kelamaan menjadi kecil dan akhirnya lenyap untuk kemudian digantikan oleh bangsa yang baru timbul yang makin lama makin maju dan menjadi bangsa yang besar pula, hingga pada suatu ketika dengan pengalaman-pengalaman itu umumnya manusia penduduk alam ini menjadi matang untuk menerima kemajuan yang sesungguhnya dalam segala bidang . pada waktu Islam datang seluruh dunia sedang mengalami kemunduran di segenap bidang dan lapangan , baik mengenai agama, ilmu pengetahuan, peradaban dan politik. Belum berlalu masa 100 tahun, Islam telah dapat menegakkan dan memperbaharui serta meluruskan paham agama-agama yang telah lalu, ilmu pengetahuan yang tinggi dan kenyakinan , peradaban yang membawa kebahagiaan dan politik yang selalu menguntungkan, yang semua itu telah disiarkan diseluruh dunia, baik Timur maupun Barat  dengan kecepatan laksana kilat dan bersenjatakan kebenaran yang ampuh.Dan oleh karenanya, seenjak itu dunia berubah corak,  manusia mendapat hembusan nafas baru mulai sumber-sumber hanyat yang akan sirna dan berubah lagi selagi ada bumi dan langit.

B. Rumusan Masalah
a. Bagaimana peradaban islam di Makkah, Madinah, Bagdad, Kordova, Istanbul..? 
BAB II
PEMBAHASAN

A. Makkah Al-Mukarramah
Makkah Al-Mukarramah merupakan kota tempat lahirnya agama Islam, dimana Nabi Muhammad Lahir dan memperoleh wahyu Alquran dikota Mekkah. Mekkah juga merupakan kota untuk menuntut ilmu, baik  pada  masa Nabi Muhammad, khulafaur rasyidin maupun masa Umayyah dan Abbasiyah , bahkan hingga sekarang.
Awalnya Mekkah merupakan pusat peradaban jahiliyah yang penuh dengan paganisme. Akan tetapi seiring dengan perkembangan agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad , kota Mekkah menjadi kota suci umat Islam. Di kota ini juga terdapat Ka’bah di Masjidil Haram yang merupakan kiblat umat Islam dalam shalat. Mekkah juga menjadi pusat kajian ilmu-ilmu keagamaan, khususnya menjadi pusat kajian ilmu hadits dan fiqih.
Dari Madinah setelah posisi dan kekuatan Nabi Muhammad dan pengikutnya menjadi besar, beliau merebut kembali kota Mekkah dengan cara menaklukkan kota itu secara damai , padatahun 8 H (630 M) sehingga dikenal dengan Fathu Makkah, yaitu terbenruknya kota Mekkah.
Disamping sebagai kota suci, Mekkah juga menjadi kota budaya, lantaran kebudayaan Islam dikembangkan oleh Nabi di kota ini, disamping kota Madinah Al-Munawwarah.
B. Madinah Al-Munawwarah
Madinah Al-Munawwarah , awalnya kota ini bernama Yastrib. Kota Madinah menjadi pusat kebudayaan Islam setelah Nabi Muhammad berhijrah dari Mekkah ke Yastrib. Setelah Nabi Hijrah ke Yastrib , maka kota tersebut dijadikan pusat jemaah kaum muslim, dan selanjutnya menjadi ibu kota negara Islam yang segera didirikan oleh Nabi, dengan diubah namanya menjadi Madinah.
Dari Madinah inilah Nabi meneruskan perjuangan menyebarkan agama Islam. Di Madinah selama 13 tahun nabi membina dan mengembangkan masyarakat Islam. Bahkan di Madinah ini, Nabi membangun sistem kehidupan bermasyarakat Islam yang dicita-citakan.
Ditengah-tengah kota Madinah, segera Nabi membangun masjid, yang menjadi pusat ibadah dan kebudayaan, bahkan dijadikan markas besar negara Islam. Bagi negara yang baru dibangun itu, nabi telah meletakkan dasar-dasarnya yang kuat, diantaranya yaitu ukhuwah Islamiyah artinya persaudaraan islam.
Nabi saw mempersaudarakan antara semua kaum muslimin yang berbeda-beda suku dan bangsa, yang berlain-lain warna kulit dan rupa; Al-Wahdatul Islamiyah menggantikan Al-Wahdatul Qaumiyah, sehingga dengan demikian mereka semua menjadi bersaudara dan sederajat.
Madinah juga merupakan pusat pemerintahan Islam pada masa Nabi Muhammad, dan kemudian masa khulafaur rasyidin. Sejak masa pemerintahan dipegang  oleh Muawiyah bin Abi Sufyan, pusat pemerintahan dipindahkan ke Damakus.
Madinah Al-Munawwarah merupakan kota pusat kebudayaan Islam di Arab, karena kota ini merupakan pusat ilmu pengetahuan dan kota perjuangan Nabi dalam menegakkan agama Islam sekaligus merupakan pusat peradaban Islam.
Dikota Madinah ini pula terdapat masjid Nabi yang terkenal dengan nama Masjid Nabawi. Di samping masjid dibangun ruangan tertutup untuk para fikirmiskinkaum muslimin. Masjid diberi pintu dua, yaitu pintu Aisyah dan pintu Atiqah. Setelah perang Khaibar, Nabi sendiri memperbesar masjid ini, kemudian beturut-turut diperbesar lagi oleh Khalifah Umar bin Khaththab, dan khalifah Utsman bin Affan. Kalifah Utsman memperindahnya dengan batu-batu berukir dan batu akik berwarna.
Pada zaman Rasul dan para khulafaur rasyidin, Masjid Madinah menjadi kantor besar yang didalamnya diurus segala urusan pemerintah. Masjid tidak saja menjadi tempat beribadah, tetapi juga menjadi pusatkehidupan politik, ekonomi, dan sosial. Rasul menerima duta-duta luar negeri dalam masjid, sebagimana mengurus berbagai permasalahan urusan negara lain. Di Masjid ini juga menjadi pusat kegiatan ilmu dan kebudayaan. Tidak pernah masjid memisahkan urusan agama dengan urusan politik, seperti halnya dengan gereja.
Dikota ini Nabi Muhmmad dimakamkan. Kota Madinah merupakan kota suci umat Islam setelah Mekkah Al-Mukarramah. Dari kota ini lahir para ilmuwan muslim dan para ulama yang menghiasi lembaran-lembaran sejarah umat Islam.  Sebagimana kota Mekkah, kota Madinah juga menjadi pusat kajian keilmuan keagamaan Islam, khususnya ilmu hadits, ilmu fiqih, dan ilmu Tafsir Alquran.
C. Baghdad (Irak)
Kota Baghdad didirikan oleh Khalifah Abbasiyah kedua, Al-manshur (754-755) pada tahun 762 M. Setelah mencari-cari daerah yang strategis untuk ibu kotanya, pilihan jatuh pada daerah yang sekarang dinamakan Baghdad, terletak dipinggir kota Tigris. Al-manshur sangan cermat dan teliti dalam memilih lokasi yang akan dijadikan ibu kota. Ia menugaskan beberapa orang ahli untuk meneliti dan mempelajari lokasi. Bahkan, ada beberapa orang diantara mereka yang diperintahkan beberapa hari ditempat itu disetiap musim yang berbeda, kemudian para ahli tersebut melapaorkan kepadanya tentang keadaan udara, tanah dan lingkungan. Setelah penelitian saksama itulah daerah ini ditetapkan sebagai ibu kota dan pembangunan pun dimulai. Menurut cerita rakyat, dearah ini sebelumnya adalah tempat peristirahatan KisraAnusyriwan, raja Persia yang mashur, di musim panas. Baghdad berarti “taman keadilan”. Taman itu lenyap bersama hancurnya kerajaan Persia. Akan tetapi nama itu tetap menjadi kenangan rakyat. Dalam membangun kota ini, Khalifah mempekerjakan staf ahli bangunan yang terdiri dari arsitektur-arsitektur, tukang batu, tukang kayu, ahli lukis, ahli pahat, dan lain-lain. Mereka didatangkan dari Syria, Mosul, Basrah, dan Kufah yang berjumlah sekitar 100.000 orang. Kota ini berbentuk bundar. Disekelilingnya dibangun dinding tembok yang besar dan tinggi. Disebelah luar dinding tembok digali parit besar yang berfungsi sebagai saluaran air dan sekaligus sebagai benteng. Ada empat buah pintu gerbang diseputar kota ini, disediakan untuk setiap orang yang ingin memasuki kota. Keempat pintu gerbang itu adalah baba al-Kufah terletak disebelah barat daya, Bab al-syam dibarat laut, Bab al-Barshrah di tenggara, dan Bab al-Khurasan di timur laut. Diantara masing-masing pintu gerbang ini, dibangun 28 menara sebagai tempat pengawal Negara yang bertugas mengawasi keadaan diluar. Diatas setiap pintu gerbang dibangun suatu tempat peristirahatan.
Sejak awal berdirinya, kota Baghdad sudah menjadi pusat peradaban dan kebangkitan ilmu pengetahuan dalam Islam. diantara kota-kota dunia, Baghdad merupakan Profesor masyarakat Islam. Al manshur memerintahkan penerjemahan buku-buku ilmiah dan kesusastraan dari bahasa asing: India, Yunani lama, Bizantium, Persia dan Syria. Para peminat ilmu dan kesusastraan segera berbondong-bondong dating ke kota itu. Setelah masa Al manshur, kota Baghdad menjadi lebih mashyur lagi karena perannya sebagai pusat perkembangan peradaban dan kebudayaan Islam. Masa keemasan kota Baghdad terjadi pada zaman pemerintahan Khalifah Harun Al-Rasyid (786-809) dan anaknya Al-Ma’mun (813-833 M). dari kota inilah memancar sinar kebudayaan dan peradaban islamkeseluruh dunia. Prestise politik, supremasi ekonomi, dan aktifitas intelektual merupakan tiga keistimewaan kota ini. Baghdad pada saat itu menjadi pusat peradaban dan kebudayaan yang tertinggi di dunia. Ilmu pengetahuan dan sastra berkembang sangat pesat. Banyak buku filsafat yang dipandang sudah “mati” dihidupkan kembali dengan diterjemahkan kedalam bahasa Arab.
Disamping itu banyak berdiri akademi, sekolah tinggi dan sekolah biasa yang memenuhi kota itu. Perguruan Nizhamiyyah, didirikan oleh Nizham Al-mulk, Perguruan Mustanshiriyah, didirikan 2 abad kemudian oleh Khalifah Mustanshir Billah. Dalam bodang sastra, kota Bghdad terkenal dengan hasil karya yang indah dan digemari orang. Alf Lailah wa Lailah, atau kisah seribu satu malam. Dikota ini lahir pula al-Khawarizm (ahli astronomi dan matematika, penemu ilmu aljabar), al-Kindi (filosof Arab pertama), al-Razi (Filosof, ahli Fisika dan kedokteran), al-Farabi (filosof terbesar dan dijuluki dengan al-mu’allimal-Tsani, guru kedua setelah aristoteles), tiga pendiri madzhabhokum Islam (Abu Hanifah, Syafi’I, dan Ahmad IbnHambal), Al-Ghazali (Filosof, teolog, dan sufi besar dalam Islam yang dijuluki denagn Hujjah al-Islam), Abd Al-Qadir Al-Jilani (pendiri tarekat qadiriyah), IbnMuqaffa’ (sastraawn besar), dan lain-lain. Dalam bidang ekonomi, perkembangannya sejalan dengan perkembangan polotiknya.
Pada masa Harun Al-Rasyid dan Al-Ma’mun, perdagangan dan industri berkembang pesat. Didukung oleh tiga buah pelabuhan yang ramai dikunjungi para khalifah dagang internasional (Cina, India, Asia tengah, Syria, Persia, Mesir, dan negeri Afrika lainnya) Baghdad mendapat julukan Benteng Kesucian. Disinilah istirahatnya Imam Musa Al-Kazhim (imam ketujuh Syiah), Abu hanifah (pendiri mazhab Fiqh Hanafi), Syaikh Junaid, Syibli, dan Abdul Kadir Jailani (pemimpin-pemimpin kaum Sufi). Kota ini juga muncul sebagai kota terindah dan termegah didunia pada saat itu, sebelum dihancurlkan oleh tentara Mongoldibawah pimpinan Hulagu Khan tahun 1258 M. mereka menghancurkan perpustakaan yang merupakan gudang ilmu. Pada tahun 1400 M, kota ini diserang pula oleh pasukan Timur Lenk, dan tahun 1508 M oleh tentara kerajaan safawi. Kota Baghdad sekarang tidak mencerminkan kemajuan Baghdad lama.

D. Peradaban Islam di Kota Istambul
Kota Istambul adalah ibu kota Kerajaan Turki Usmani. Kota ini awalnya merupakan ibu kota Kerajaan Romawi Timur dengan nama Konstantinopel. Konstantinopel sebelumnya sebuah kota bernama Bizantium, kemudian diganti dengan nama Konstantinopel oleh Kaisar Romawi Timur, Kaisar Constantin.
Pada tahun 395 M, Kerajaan Romawi pecah menjadi dua, Romawi Timur dan Romawi Barat. Romawi Barat yang beribu kota di Roma (Italia) sedangkan Romawi Timur beribu kota di Konstantinopel.
Konstantinopel jatuh ke tangan umat Islam pada masa Dinasti Turki Usmani di bawah pimpinan Sultan Muhammad II yang bergelar  Muhammad Al-Fatih tahun 1453, dan dijadikan ibu kota Kerajaan Turki Usmani. Bahkan jauh sebelum Sultan Muhammad Al-Fatih dapat menguasai Konstantinopel, para penguasa Islam sudah sejak zaman Khulafaur Rasyidin, kemudian Khalifah Bani Umayyah, dan Khalifah Bani Abbasiyyah berusaha untuk menaklukan kota Konstantinopel, namun baru pada masa Kerajaan Turki Usmani usaha itu dapat berhasil.
Oleh Sultan Muhammad Al-Fatih, kota Konstantinopel yang artinya kota Constantin, yang diubah namaya menjadi  Istambul yang artinya kota Islam. Wilayah kekuasaannya meliputi wilayah Eropa timur, Asia kecil, dan Afrika Utara. Bahkan kekuasaan Istambul juga diakui oleh daerah-daerah Islam.
Setelah Muhammad Al-Fatih menjadikan Istambul sebagai ibu kota kerajaan Turki Usmani, beliau melakukan penataan hal-ihwal orang-orang Kristen Yunani (Romawi). Dalam penataan tersebut beliau tetap memberikan kebebasan kepada pihak gereja, seperti yang dilakukan para pendahulunya dan mengakui agama lain sesuai dengan ajaran Islam yang menghormati keyakinan suatu agama. Penduduk Istambul memang heterogen dalam bidang agama. Menurut sensus tahun 1477, penduduk Istambul berdasarkan agama adalah sebagai berikut: Muslim 8951 rumah tangga (60 %),   penganut Kristen Ortodoks (Yunani) 3151 rumah tangga( 21,5%), Yahudi 1647 rumah tangga (11%), lain-lain 1054 rumah tangga (7,5% ).[18]
Sebagai ibu kota, di sinilh tempat berkembangnya kebudayaan Turki yang merupakan perpaduan bermacam-macam kebudayaan. Bangsa Turki Utsmani banyak mengambil ajaran etika dan politik dari bangsa Persia. Sebagai bangsa berasal dari Asia Tengah, Turki memang suka berasimilasi dan senang bergaul dengan bangsa lain. Dalam bidang kemiliteran dan pemerintahan, kebudayanBizantium banyak mempengaruhi kerajaan Turki Utsmani ini. Namun, jauh sebelum mereka berasimilasi dengan bangsa-bangsa tersebut, sejak pertama kali mereka masuk Islam bangsa Arab sudah menjadi guru mereka dalam bidang agama, ilmu, prinsip-prinsip kemasyarakatan dan hukum. Huruf Arab dijadikan huruf resmi kerajan. Kekuasaan tertinggi memang berada di tangan Sultan, tetapi roda pemerintahan dijalankan oleh Shadr Al-A’zham (Perdana menteri) yang berkedudukan di ibu kota. Jabatan-jabatan penting, termasuk perdana menteri, seringkali justru diserahkan kepada orang-orang asal Eropa, dengan syarat menyatakan diri secara formal masuk Islam.
Dalam bidang arsitektur, masjid-masjid yang dibangun di sana membuktikan kemajuannya. Masjid memang merupakan suatu ciri dari sebuah kota Islam, tempat kaum muslimin mendapat fasilitas lengkap untuk menjalankan kewajiban agamanya, Gereja Aya Sophia, setelah penaklukan diubah menjadi sebuah masjid agung yang terpenting di Istambul. Gambar-gambar makhluk hidup yang ada sebelumnya ditutup, mihrab didirikan, dindingnya dihiasi dengan kaligrafi yang indah, dan menara-menara dibangun. Masjid-masjid penting lainnya adalah Masjid Agung Al-Muhammadi atau Masjid Agung Sultan Muhammad Al-Fatih, Masjid Abu Ayyub Al-Anshari (tempat penaklukan para Sultan Utsmani), Masjid Bayazid dengan gaya Persia, dan Masjid Sulaiman Al-Qanuni.
Di samping masjid, para sultan juga mendirikn istana-istana dan vila-vila yang megah, sekolah, asrama, rumah sakit, panti asuhan, penginapan, pemandian umum, pusat-pusat Tharekat, dan lain- lain. Rumah-rumah dan vila yang mewah juga dimiliki oleh pedagang-pedagang kaya. I



E. Kordova
Kordova terletak di sebelah selatan lereng gunung Sierra de Cordova dan di tepi sungai Guadalquivir. Sebelum Islam datang, Kordova adalah ibu kota kerajaan Kristen Visigoth, sebelum dipindahkan ke Toledo. Spanyol ditaklukan oleh Islam pada tahun 711 M pada masa Khalifah Al-Walid ibn Abd Al-Malik, di bawah pimpinan Tarik ibnZiyad dan Musa ibnNushair. Pada tahun 756 M, kota ini menjadi ibu kota dan pusat pemerintahan Bani Umayyah di Spanyol. Penguasa pertama Bani Umayyah di Spanyol adalah Abd Al-Rahman Al-Dakhil. Kekuasaan Bani Umayyah di Andalusia berlangsung dari tahun 756-1031 M.
Sebagai ibu kota pemerintahan, Kordova di masa Bani Umayyah mengalami perkembangan pesat. Banyak bangunan baru yang didirikan, seperti istana dan masjid-masjid. Sebuah jembatan dengan gaya arsitektur Islam dengan 16 lengkungan dalam gaya Romawi, menghubungkan Kordova dengan daerah pinggiran di seberang sungai. Di sebelah Barat jembatan, berdiri istana Al-Cazar. Puncak perkembangan Kordova pada masa pemerintahan Abd Al-Rahman Al-Nashir di pertengahan abad ke-10 M.
Pada masa pemerintahan Islam Kordova dikenal sebagai pusat kerajinan barang-barang dari perak, sulaman-sulaman dari sutera dan kulit yang mempunyai bentuk khusus. Pada tahun 1236 M, Kordova direbut oleh tentara Kristen di bawah pimpinan Ferdinand III dari Castilla. Setelah itu, supermasi Islam di Spanyol mulai mengalami kemunduran.
Pada masa pemerintahan Bani Umayyah di Spanyol, Kordova menjadi pusat ilmu pengetahuan. Di kota ini berdiri Universitas Cordova. Terdapat pula sebuah perpustakaan besar yang mempunyai koleksi buku + 400.000 judul. Kemanjuan ilmu pengetahuan ini tidak terlepas dari jasa dua orang khalifah pencinta ilmu, Abd Al-Rahman Al-Nashir dan anaknya Al-Hakam. Yang disebut terakhir ini memerintahkan pegawainya untuk mencari dan membeli buku-buku ilmu pengetahuan, baik klasik maupun kontemporer. Ia menulis kepada penulis-penulis terkenal untuk mendapatkan karyanya dengan imbalan yang tinggi. Pada masanyalah tercapai apa yang dinamakan masa keemasan ilmu pengetahuan dan sastra di Spanyol Islam.
Di Kordova dipelajari ilmu astronomi, geografi, ilmu kimia, dan sejarah alam. Masjid-masjid Kordova menjadi pusat aktif filsafat dan ilmu. Kesusastraan dan ilmu Spanyol mengalami masa keemasannnya di bawah pemerintahan Hakam Al-Mustansir Billah yang wafat pada tahun 976 M.
Pada masa jayanya, di Kordova terdapat 491 mesjid dan 900 pemandian umum. Penguasa muslim mendirikan saluran air dari pegunungan yang panjangnya 80 km.



BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dalam konteks peradaban, Islam menampilkan peradaban baru yang esensinya berbeda dengan peradaban sebelumnya, peradaban yang ditinggalkan Nabi SAW. misalnya, jelas sangat berbeda  dengan peradaban Arab di zaman Jahiliah. Dengan demikian, Islam telah melahirkan revolusi kebudayaan dan peradaban. Peradaban Islam berkembang sangat maju dalam percaturan peradaban dunia, bahkan jauh sebelum kebangkitan bangsa eropa, umat Islam telah maju dengan peradabannya yang gemilang. Adapun pusat-pusat peradaban di dunia Islam yang mendukung kemajuan Islam di dunia sebagai berikut:
1) Mekah
2) Madinah
3) Baghdad
4) Kordova
5) Istanbul

B. Saran
Demikianlah hasil makalah dari kelompok kami, tentu makalah ini masih banyak kekurangan, baik itu dalam hal pembahasan yang belum lengkap maupun dalam hal penulisan yang terdapat kesalahan.Oleh karena itu, kritik dan saran sangat membantu kesempurnaan dalam penyusunan makalah ini.

Subscribe to receive free email updates: