MAKALAH BIOLOGI EVOLUSI || Materi Sekolah || Tugas sekolah





MAKALAH BIOLOGI "EVOLUSI"



 EVOLUSI

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya kepada kita semua, sehingga berkat karunia-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang “EVOLUSI”.
Dalam penyusunan makalah ini, kami tidak lupa mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan tugas makalah ini sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini.
Dalam penyusunan makalah ini, penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat dan memberikan wawasan yang lebih luas bagi pembacanya. Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini terdapat kelebihan dan kekurangannya sehingga kami mengharap kritik dan saran yang dapat memperbaiki untuk penulisan makalah selanjutnya.
Terima kasih.



DAFTAR ISI
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I PENDAHULUAN
A.        Latar belakang
B.         Identifikasi masalah
C.         Perumusan masalah
D.        Tujuan penelitian
E.         Manfaat penelitian
BAB II PEMBAHSAN
A.      Pengertian Evolusi
B.       Pencetus teori evousi
C.      Faktor yang mempengaruhi evolusi
D.      Petunjuk adanya evolusi
E.       Asal-usul makhluk hidup
F.       Yang menentang teori evolusi
BAB III PENUTUP
A.      Kesimpulan
B.       Saran






BAB I
PENDAHULUAN
A.       Latar belakang
Lingkungan hidup yang ada di bumi mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Seiring dengan perubahan lingkungan tersebut, terjadi pula perubahan pada makhluk hidup. Perubahan-perubahan yang terjadi pada makhluk hidup dipelajari dari zaman ke zaman dalam suatu teori yang disebut teori evolusi.
Teori evolusi masih dipertentangkan hingga saat ini. Banyak teori yang telah dikemukakan para ahli, namun belum ada satu teoripun yang mampu menjawab tentang semua fakta dan fenomena sejarah perkembangan makhluk hidup.
Evolusi dalam biologi berarti proses komplek pewarisan sifat organisme yang berubah dari generasi ke generasi dalam kurun waktu jutaan tahun. Evolusi berusaha memahami faktor-faktor yang mendorong terbentuknya berbagai makhluk hidup dimuka bumi ini.
Sejak abad ke-16 SM, banyak ahli yang telah berusaha mengemukakan pendapatnya tentang asal-usul berbagai makhluk hidup yang ada di dunia dan banyak pendapat mereka menjadi fondasi teori evolusi.
B.       Identifikasi masalah
Masalah yang kami identifikasi dalam makalah ini yaitu semua tentang evolusi, antara lain, pengertian evolusi, teori-teori mengenai evolusi, dan teori yang menentang evolusi.
C.      Perumusan masalah
a)      Asal-usul makhluk hidup?
b)      Apa pengertian evolusi
c)       Siapa saja yang mencetus tentang teori evolusi?
d)      Faktor apa saja yang mempengaruhi evolusi?
e)      Apa saja petunjuk bahwa adanya evolusi?
f)       Teori-teori yang menentang evolusi?
D.      Maksud dan tujuan
            Untuk mengatahui :
-                 Asal-usul makhluk hidup
-                 Apa itu evolusi
-                 Siapa saja yang mencetus teori evolusi
-                 Faktor yang mempengaruhi evolusi
-                 Cara tebentuknya spesies baru
-                 Pandangan baru tentang evolusi
-                 Teori-teori yang menetang evolusi
E.       Manfaat penelitian
          Manfaat yang dapat kita ambil dari makalah ini yaitu, kita dapat mengetahui dari mana kita berasal lewat materi yang akan dibahas yaitu evolusi






BAB II
PEMBAHASAN
A.       Pengertian Evolusi
                Evolusi berarti proses kompleks pewarisan sifat organisme yang berubah dari generasi ke generasi dalam kurun waktu jutaan tahun. Evolusi secara umum tidak dapat terlepas dari kehidupan masa lampau. Hal yang saat ini merupakan hasil dari proses masa lampau. Evolusi juga berarti perubahan pada sifat-sifat terwariskan suatu populasi organisme dari satu generasi ke generasi berikutnya. Perubahan-perubahan ini disebabkan oleh kombinasi tiga proses utama: variasi, reproduksi, dan seleksi. Sifat-sifat yang menjadi dasar evolusi ini dibawa oleh gen yang diwariskan kepada keturunan suatu makhluk hidup dan menjadi bervariasi dalam suatu populasi. Ketika organisme bereproduksi, keturunannya akan mempunyai sifat-sifat yang baru. Sifat baru dapat diperoleh dari perubahan gen akibat mutasi ataupun transfer gen antar populasi dan antar spesies. Pada spesies yangbereproduksi secara seksual, kombinasi gen yang baru juga dihasilkan oleh rekombinasi genetika, yang dapat meningkatkan variasi antara organisme. Evolusi terjadi ketika perbedaan-perbedaan terwariskan ini menjadi lebih umum atau langka dalam suatu populasi.
B.       Pencetus-Pencetus Teori Evolusi

1.       Charles Darwin
Charles Robert Darwin (1809-1882) adalah seorang peminat ilmu alam dari inggris. Pada tahun 1831, ia mengikuti pelayaran HMS Beagle untuk memetakan jalur pelayaran. Selama pelayaran, Darwin banyak mendapat fosil, batuan dan berbagai makhluk hidup. Ketika sampai di kepulauan Galapagos, Darwin menjumpai berbagai macam  makhluk yang menarik perhatiannya, terutama burung-burung Finch. Burung Finch banyak juga ditemukan di Inggris, namun burung Finch yang terdapat di Galapagos memiliki bentuk paru yang beragam. Darwin menyadari bahwa struktur yang bervariasi ini karena terbentuk karena adaptasi lingkungan tertentu. Darwin meyakini bahwa struktur paru burung Finch bersesuaian dengan keanekaragaman makanan yang tersedia. Selain burung Finch, Darwin juga mengamati kura-kura raksasa. kedua kura-kura ini memiliki sedikit perbedaan morfologi yang disebabkan oleh perbedaan habitat. dari pengamatannya, Darwin memperoleh ide tentang evolusi yang didasarkan atas pokok-pokok pikirannya, yaitu :
a)      Makhluk hidup bervariasi dan beberapa variasi  sifatnya dapat diturunkan. Tidak ada dua individu yang sama persis dalam suatu spesies (kecuali kembar identik)
b)      Setiap populasi cenderung bertambah banyak, karena setiap makhluk hidup mampu berkembangbiak. Untuk berkembangbiak perlu adanya makanan yang cukup. Dan jumlah individu yang dilahirkan lebih banyak dari pada yang dapat bertahan hidup.
c)       Kenyataan menunjukkan bahwa pertambahan populasi tidak berjalan terus-menerus.
d)      Individu-individu berkompetisi untuk memperoleh sumber daya agar mampu bertahan hidup.
e)      Sifat-sifat yang diwariskan milik beberapa individu membuat mereka dapat bertahan hidup dan bereproduksi pada keadaan lingkungan tertentu.
f)       Akibat dari seleksi lingkungan tersebut, hanya individu yang adaptif terhadapa lingkungan yang dapat hidup dan menurunkan sifat adaptif tersebut. Seleksi alam akhirnya akan mengubah sifat dalam populasi, bahkan menghasilkan spesies baru.

2.       Teori evolusi Aristoteles (384-322 SM).
Aristoteles adalah seorang filosof yang berasal dari Yunani, yang mencetuskan teori evolusi. Ia mengatakan bahwa evolusi yang terjadi berdasarkan metafisika alam, maksudnya metafisika alam dapat mengubah organisme dan habitatnya dari bentuk sederhana ke bentuk yang lebih kompleks.
3.       Teori evolusi Anaximander (500 SM0.
Anaximander juga merupakan seorang filosof yang berasal dari Yunani. Ia berpendapat bahwa manusia berawal dari makhluk akuatik mirip ikan dan mengalami proses evolusi.
4.       Teori evolusi Empedoclas (495-435 SM).
Empedoclas adalah seorang filosof Yunani. Ia mengemukakan teori bahwa kehidupan berasal dari lumpur hitam yang mendapat sinar dari matahari dan berubah menjadi makhluk hidup. Evolusi terjadi dengan dimulainya makhluk hidup yang sederhana kemudian berkembang menjadi sempurna dan akhirnya menjadi beraneka ragam seperti sekarang ini.
5.       Teori evolusi Erasmus Darwin (1731-1802).
Erasmus Darwin adalah kakek dari Charles Robert Darwin, seorang tokoh evolusi berkebangsaan Inggris. Teorinya adalah bahwa evolusi terjadi karena bagian fungsional terhadap stimulasi adalah diwariskan. Ia menyusun buku yang berjudul Zoonamia yang menentang teori evolusi dari Lamarck.
6.       Teori evolusi Count de Buffon (1707-1788).
Buffon berpendapat bahwa variasi-variasi yang terjadi karena pengaruh alam sekitar diwariskan sehingga terjadi penimbunan variasi.
7.       Teori evolusi Sir Charles Lyell (1797-1875).
Lyell adalah seorang ilmuwan yang berasal dari Skotlandia dengan bukunya yang terkenal berjudul Principles of Geology. Di dalam bukunya tersebut Lyell berpendapat bahwa permukaan bumi terbentuk melalui proses bertahap dalam jangka waktu yang lama.
8.       Teori evolusi Jean Baptise de Lamarck.
Jean Baptise de Lamarck (1744 – 1829) seorang ahli biologi kebangsaan Perancis, memiliki suatu gagasan dan menuliskannya dalam bukunya berjudul “Philoshopic”. Dalam bukunya tersebut Lamarck mengatakan sebagai berikut.

Lingkungan mempunyai pengaruh pada ciri-ciri dan sifat-sifat yang diwariskan melalui proses adaptasi lingkungan.
Ciri dan sifat yang terbentuk akan diwariskan kepada keturunannya.
Organ yang sering digunakan akan  berkembang dan tumbuh membesar, sedangkan organ yang tidak digunakan akan mengalami pemendekan atau penyusutan, bahkan akan menghilang. Contoh yang dapat digunakan oleh Lamarck adalah jerapah. Menurut Lamarck, pada awalnya jerapah memiliki leher pendek. Karena makanannya berupa daun-daun yang tinggi, maka jerapah berusaha untuk dapat menjangkaunya. Karena terbiasa dengan hal ini maka semakin lama, leher jerapah menjadi semakin panjang dan pada generasi berikutnya akan lebih panjang lagi. Teori Lamarck ditentang oleh Erasmus Darwin (kakek dari Charles Darwin) yang mengatakan bahwa populasi jerapah adalah heterogen, ada yang berleher pendek dan ada yang berleher panjang. Jerapah-jerapah tersebut berkompetisi untuk mendapatkan makanan. Dari persaingan tersebut jerapah berleher panjang akan menang dan akan tetap hidup, sifat ini akan diwariskan kepada keturunannya. Jerapah yang berleher pendek akan mati dan perlahan-lahan mengalami kepunahan.
Teori Lamarck ditentang oleh Erasmus Darwin (kakek dari Charles Darwin) yang mengatakan bahwa populasi jerapah adalah heterogen, ada yang berleher pendek dan ada yang berleher panjang. Jerapah-jerapah tersebut berkompetisi untuk mendapatkan makanan. Dari persaingan tersebut jerapah berleher panjang akan menang dan akan tetap hidup, sifat ini akan diwariskan kepada keturunannya. Jerapah yang berleher pendek akan mati dan perlahan-lahan mengalami kepunahan.
9.       Carolus Linnaeus (1707-1778)
Membuat sebuah ketentuan cara mencari keteraturan posisi antar makhluk hidup dengan mencari persamaan sifat, dan mengelompokkan yang mirip ke dalam satu kelompok. Pengelompokan dilakukan secara berjenjang, mulai dari jenjang yang paling rendah sampai jenjang yang paling tinggi. Jenjang ditentukan dari pengelompokkan dengan kemiripan sifat-sifat khusus, menempati takson terendah, sampai pada jenjang untuk pengelompokkan makhluk hidup dengan kategori sifat-sifat umum pada takson yang paling tinggi. Linnaeus juga membuat suatu cara penamaan jenis makhluk hidup dengan sistem Binomial nomenklatur. Dengan sumbangan ilmunya ini Linnaeus disebut sebagai pendiri Taksonomi, suatu ilmu yang membahas tentang penamaan dan pengelompokkan makhluk hidup yang sangat beraneka ragam
10.   Georges Cuvier (1769-1832)
Ahli anatomi, tetapi sangat perhatian terhadap paleontology (ilmu mengenai fosil). Cuvier mendukung teori Katastropi yang mengatakan bahwa makhluk hidup setiap strata tidak ada hubungan kekerabatan karena setiap strata terbentuk akibat terjadinya bencana alam, seperti gempa bumi, banjir, atau kemarau yang panjang. Jika strata lenyap oleh bencana, muncul strata baru lengkap dengan makhluk hidup baru, yang berpindah dari daerah lain. Dari temuan fosil dilembah Paris, Cuvier menyimpulkan bahwa batuan yang membentuk bumi ini tersusun berupa lapisan-lapisan. Setiap strata dihuni oleh berbagai makhluk hidup yang unik, berbeda strukturnya dengan makhluk penghuni strata lainnya. Cuvier yakin bahwa makhluk modern di lapisan bumi paling atas sangat berbeda dengan makhluk di strata tua di lapisan bawah.
11.    James Hutton (1726-1797)
Mengemukakan teori gradualisme, yang menyebutkan bahwa bentuk bumi dan lapisan-lapisannya merupakan hasil perubahan yang berlangsung secara bertahap, terus menerus, dan lamabat (dalam waktu lama)
12.   Alfred Russel Wallace (1923-1913
Mengembangkan teori yang serupa dengan teori Darwin. Dasar teori Wallace adalah penelitian biologi perbandingan di Brasilia dan Hindia Belanda (sekarang di Indonesia), dan Malaya. Buku penelitinnya berjudul “On the tendency of varieties to depart indefinitely from the original type”. Teorinya sama dengan yang dikembangkan Darwin.
C.       Faktor Yang Mempengaruhi Evolusi
Evolusi pada umumnya dapat disebabkan oleh dua faktor penyebab, yaitu antara lain :
1.       Faktor Dalam / Faktor Gen / Faktor Genetika
Pada setiap makhluk hidup pasti memiliki substansi gen pada kromosom. Perubahan pada gen atau genetika pada makhluk tersebut akan berakibat pada terjadinya perubahan sifat atau organisme tersebut :
a.       Mutasi gen
Mutasi adalah perubahan pada struktur kimia gen yang bersifat turun-temurun yang terjadi bisa secara spontan atau tidak spontan oleh zat kimia, radiasi sinar radioaktif, terinfeksi virus, dan lain sebagainya.
b.      Rekombinasi gen
Pengertian dan arti definisi rekombinasi gen adalah penggabungan beberapa gen induk jantan dan betina ketika pembuahan ovum oleh sperma yang menyebabkan adanya susunan pasangan gen yang berbeda dari induknya. Akibatnya adalah lahirnya varian spesies baru.
2.       Faktor Lingkungan Luar
Makhluk hidup dalam kesehariannya pasti berada di lingkungan habitat tempat tinggalnya sesuai dengan kondusi fisik maupun kondisi karakteristiknya. Organisme makhluk hidup dituntut untuk dapat menyesuaikan atau adaptasi dengan kondisi lingkungan sekitarnya. Mahluk hidup yang melakukan perubahan fisik dan karakter secara terus-menerus untuk dapat selalu beradaptasi dengan lingkungannya menyebabkan munculnya varian spesies baru yang bermacam-macam dan beraneka ragam.
D.      Petunjuk Adanya Evolusi
Ada beberapa macam petunjuk adanya evolusi antara lain :
1)      Adanya variasi makhluk hidup
2)      Fosil
3)      Perbandingan fisiologi/biokimia
4)      Adanya embriologi perbandingan
5)      Petunjuk alat tubuh yang tersisa
6)      Homologi organ tubuh dan analogi organ tubuh

1.       Variasi Makhluk Hidup
Adanya variasi makhluk hidup terbukti tidak ada dua individu di dunia yang mempunyai sifat/ciri yang sama, hal ini menunjukkan adanya variasi. Bila varian tersebut hidup pada lingkungan  yang berbeda maka akan menghasilkan  keturunan yang berbeda.
2.       Fosil
Fosil dapat diartikan sisa-sisa binatang dan tumbuhan yang telah membatu. Leonardo da Vinci (Itali, 1452 – 1519), Ia berpendapat bahwa fosil merupakan bukti adanya makhluk hidup di masa lampau.
3.       Homologi organ tubuh dan analogi organ tubuh
Organ-organ yang mempunyai bentuk asal sama namun mempunyai fungsi yang berbeda disebut homologi.
Contoh organ homolog.
·               Kaki depan kuda homolog dengan sayap burung
·               Tangan manusia homolog dengan kaki depan kuda
·               Kaki depan anjing homolog dengan sayap burung
·               Kaki depan kucing homolog dengan sirip dada ikan
Organ tubuh yang menunjukkan kesamaan fungsi tetapi struktur asalnya berbeda disebut analogi.
Contoh analogi:
·               Sayap kelelawar analog dengan sayap kupu, kedua sayap berfungsi sama untuk terbang
·               Sayap kupu-kupu analog dengan sayap burung, kedua sayap berfungsi sama untuk terbang tetapi struktur asalnya berbeda.

4.       Embriologi Perbandingan
Antara hewan vertebrata pices, reptil, amfibi, aves, dan mamalia mempunyai kemiripan pada embrio, yaitu : mempunyai fase perkembangan embrio yg sama. Terdiri Zigot, morulla, blastula, gastrula, janin.
5.       Perbandingan Fisiologi/biokimia
secara fisiologi dari berbagai organisme dijumpai kemiripan fisiologi yang dapat ditinjau secara kimiawi.
Contoh:
a)      Atas dasar struktur tubuh yang mirip dan memiliki kesamaan seperti: kristaloksi hemoglobin dari burung memiliki kemiripan.
b)      Test presipitin untuk serum darah manusia mempunyai reaksi yang mirip jika dibanding dengan serum darah gorilla dan simpanse.
Untuk menentukan jauh dekatnya hubungan kekerabatan antar makhluk hidup  dapat diuji dengan analisa biokimia. Misalnya:
a)      Uji presipitin yaitu mengetahui adanya reaksi antara antigen-antibodi pada darah, ternyata dari pengujian serum darah manusia mempunyai kemiripan dengan pengujian pada serum darah gorilla dan simpanse.
b)      Hormon insulin pada sapi mempunyai banyak persamaan dengan insulin manusia.
c)       Adanya kemiripan hormon tiroksin sapi dengan tiroksin manusia.
d)      Pada sebagian manusia dalam darahnya ditemukan protein yang sama seperti protein yang ditemukan dalam darah kera Maccacus rhesus.

6.       Petunjuk alat tubuh yang tersisa
Pada beberapa hewan maupun pada manusia dapat kita temukan beberapa organ vestigial.  Organ vestigial merupakan  organ-organ yang tersisa akibat adanya penyusutan (mereduksi) sehingga sudah tidak berfungsi sebagaimana organ yang belum mengalami reduksi.
Contoh:
a.       Pada manusia ditemukan umbai cacing, otot penggerak telinga, rambut pada dada dan  tulang ekor, bentuk gigi taring yang runcing dan adanya selaput pada sudut mata sebelah dalam.
b.      Pada burung kiwi dan pinguin anggota gerak depan (sayap) mengalami penyusutan sehingga tidak dapat berfungsi untuk terbang.
c.       Pada hewan yang hidup di laut yang dalam matanya mengalami reduksi sehingga tidak dapat melihat, sedangkan mata pada ikan yang hidup di tempat yang terang berkembang dengan baik.
d.      Pada paus dewasa kulitnya tidak mempunyai rambut, sedangkan pada masa embrionya mempunyai rambut

E.       Asal-Usul Makhluk Hidup
Seorang ahli yang meneliti asal-usul makhluk hidup adalah Francesco Redi (1628-1689). Dia membuktikan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup.
Dalam penelitiannya, Redi menggunakan beberapa contoh daging. Daging tersebut diberi tiga perlakuan yang berbeda. Pada perlakuan I, daging ditempatkan di dalam botol yang terbuka. Pada perlakuan II, daging ditempatkan di dalam botol yang ditutup kain kasa. Pada perlakuan III, daging diletakkan di dalam botol yang ditutup rapat dengan tutup botol.
Setelah beberapa hari, ternyata daging dalam botol I dan II membusuk dan menimbulkan bau busuk. Bau tersebut menarik lalat untuk hinggap. Lalat hinggap pada daging di botol I, dan di permukaan kain kasa di botol II, tetapi tidak hinggap pada botol III. Beberapa hari kemudian terlihat belatung pada daging di botol I dan pada kain kasa di botol II. Redi mengamati bahawa belatung berubah menjadi lalat.
Dari percobaan tersebut Redi menyimpulkan belatung bukan berasal dari daging busuk, melainkan telur lalat yang menetas. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup. Kesimpulan tersebut akhirnya dianut oleh ahli-ahli berikutnya.
F.       Penentangan Terhadap Evolusi

1.       Evolusi hanyalah teori dan bukannya fakta
Para pengkritik evolusi seringkali menekankan bahwa evolusi "hanyalah sebuah teori", dengan tujuan menyiratkan bahwa evolusi itu sendiri belum terbukti, ataupun evolusi itu adalah opini dan bukan fakta ataupun bukti. Hal ini mencerminkan kesalahpahaman pada pengertian teori dalam konteks ilmiah: manakala pada percakapan sehari-hari teori adalah konjektur dan spekulasi, pada ilmu pengetahuan, teori adalah penjelasan ataupun model yang dapat membuat prediksi yang dapat diuji. Ketika evolusi dirujuk sebagai teori, ia merujuk pada penjelasan terhadap keanekaragaman spesies dan leluhur-leluhurnya. Contoh evolusi sebagai teori adalah sintesis modern seleksi alam Darwin dan pewarisan Mendel. Sebagaimana dengan teori ilmiah, sintesis modern terus-menerus diperdebatkan, diuji, dan diperbaiki oleh para ilmuwan. Terdapat konsensus yang sangat besar di kalangan ilmuwan bahwa sintesis evolusi modern merupakan satu-satunya model kuat yang dapat menjelaskan fakta-fakta mengenai evolusi. Pada kritikus juga menyatakan bahwa evolusi bukanlah fakta. Dalam ilmu pengetahuan, sebuah fakta adalah pemantauan empiris yang telah diverifikasi; dalam konteks percakapan sehari-hari, fakta dapat merujuk pada apapun yang memiliki bukti yang sangat banyak. Sebagai contoh, dalam penggunaan sehari-hari, teori seperti "Bumi mengelilingi Matahari" dan "benda jatuh oleh karena gravitasi" dapat dirujuk sebagai "fakta", walaupun mereka sebenarnya hanyalah murni teoretis. Dari sudut pandang ilmiah, evolusi dapat disebut sebagai "fakta" sama seperti gravitasi adalah fakta sesuai dengan definisi ilmiah evolusi bahwa evolusi adalah proses perubahan genetika yang terpantau terjadi di suatu populasi dari waktu ke waktu. Menurut definisi sehari-hari pun, teori evolusi dapat juga disebut sebagai fakta, jika kita merujuk pada status teori evolusi sebagai teori yang sudah berkembang dengan baik. Sehingga, evolusi secara luas dianggap sebagai baik teori dan fakta oleh para ilmuwan. Kerancuan yang sama juga terjadi pada keberatan bahwa evolusi "belum terbukti"; pembuktian secara cermat hanyalah dimungkinkan dalam bidang matematika dan logika, dan tidak dimungkinkan dalam ilmu pengetahuan (di mana istilah yang tepat adalah "memvalidasi"). Dalam hal ini, adalah benar bahwa evolusi hanyalah disebut sebagai "teori" dan bukanlah "teorema". Kerancuan dapat terjadi apabila pengertian sehari-hari terhadap kata pembuktian (proof) disamaartikan dengan "bukti" (evidence). Perbedaan ini merupakan salah satu bagian penting dalamfilosofi sains, karena ia berhubungan dengan ketiadaan kepastian absolut pada semua klaim empiris, dan bukan hanya pada evolusi.
2.       Evolusi diperdebatkan ataupun kontroversial
Salah satu keberatan utama terhadap evolusi adalah argumen bahwa evolusi itu kontroversial dan diperdebatkan. Tidak seperti argumen-argumen kreasionis lainnya yang berusaha untuk menghapuskan pengajaran evolusi, argumen ini berusaha membuat klaim bahwa evolusi memiliki posisi yang lemah oleh karena terdapat kontroversi, sehingga pandangan alternatif lainnya haruslah dipaparkan juga kepada para murid, dan para murid haruslah diizinkan untuk mengevaluasi dan memilih pilihan sesuai dengan kepercayaan mereka. Seruan terhadap "keadilan" dan "demokrasi", serta pendekatan yang "seimbang" di mana pandangan yang saling bertolak belakang ini diberikan "waktu yang sama" didukung oleh mantan Presiden Amerika Serikat George W. Bush.
Keberatan ini merupakan salah satu dasar dari kampanye "Ajarkan Kontroversi" (Teach the Controversy) yang diusahakan oleh Discovery Institute untuk mempromosikan pengajaranperancangan cerdas di sekolah umum. Usaha ini pada akhirnya merupakan salah satu bagian dari "wedge strategy" institut tersebut untuk secara perlahan meremehkan evolusi dan pada akhirnya "membalikkan pandangan materialisme yang mencekik dan menggantinya dengan sains yang sejalan dengan keyakinan Kristen dan teistik". Para ilmuwan dan pengadilan Amerika Serikat telah menolak keberatan ini atas dasar bahwa ilmu pengetahuan tidak didasarkan pada popularitas (Argumentum ad populum), namun berdasarkan bukti. Konsensus ilmiah para biologiwanlah yang menentukan hal-hal apa saja yang dapat diterima secara ilmiah, dan bukanlah permasalahan opini. Walaupun evolusi adalah benar kontroversial di masyarakat, namun ia sepenuhnya tidak kontroversial di kalangan ilmuwan dan orang yang ahli di bidang tersebut. Sebagai respon, para kreasionis kemudian memperselisihkan tingkat dukungan evolusi di kalangan ilmuwan. Discovery Institute telah mengumpulkan sekitar 600 ilmuwan sejak tahun 2001 untuk menandatangani petisi "A Scientific Dissent From Darwinism" (Ketidaksepakatan ilmiah dari Darwinisme) untuk menunjukkan bahwa terdapat sejumlah ilmuwan yang meragukan apa yang mereka rujuk sebagai "evolusi Darwin". Pernyataan petisi ini tidak secara jelas menyatakan ketidakpercayaan pada evolusi, melainkan skeptisisme kemampuan "mutasi acak dan seleksi alam untuk bertanggung jawab terhadap kompleksitas kehidupan." Beberapa petisi tandingan telah dilancarkan sebagai balasannya, di antaranya petisi yang dibuat oleh gerakan "A Scientific Support for Darwinism" (Dukungan ilmiah untuk Darwinisme) yang berhasil mengumpulkan 7.000 petisi dalam empat hari. Selama satu abad, para kreasionis terus beragumen bahwa evolusi merupakan "teori dalam krisis" yang dalam waktu dekat akan runtuh. Hal ini didasarkan pada beragam keberatan terhadap evolusi, termasuk pula ketidaksahihan bukti evolusi ataupun evolusi melanggar hukum alam. Keberatan-keberatan seperti ini telah lama ditolak oleh banyak ilmuwan, termasuk pula klaim bahwa teori perancangan cerdas dan penjelasan-penjelasan ciptaanisme lainnya memenuhi standar dasar ilmiah yang diperlukan untuk menjadi teori ilmiah "alternatif" terhadap evolusi. Selain itu, bahkan jika terdapat bukti-bukti yang membantah evolusi, adalah salah untuk menganggap bahwa ia merupakan bukti yang mendukung perancangan cerdas.




 Baca juga: Sel Biologi

                   pengertian jamur

BAB III
PENUTUP
A.      Kesimpulan
Evolusi  juga berarti perubahan pada sifat-sifat terwariskan suatu populasi organisme dari satu generasi ke generasi berikutnya. Perubahan-perubahan ini disebabkan oleh kombinasi tiga proses utama: variasi, reproduksi, dan seleksi. Sifat-sifat yang menjadi dasar evolusi ini dibawa oleh gen yang diwariskan kepada keturunan suatu makhluk hidup dan menjadi bervariasi dalam suatu populasi. Ketika organisme bereproduksi, keturunannya akan mempunyai sifat-sifat yang baru. Sifat baru dapat diperoleh dari perubahan gen akibat mutasi ataupun transfer gen antar populasi dan antar spesies. Pada spesies yang bereproduksi secara seksual, kombinasi gen yang baru juga dihasilkan oleh rekombinasi genetika, yang dapat meningkatkan variasi antara organisme. Evolusi terjadi ketika perbedaan-perbedaan terwariskan ini menjadi lebih umum atau langka dalam suatu populasi.
B.       Saran
Melalui makalah ini penulis berharap agar pembaca dapat mengembangkan maksud dari evolusi dan ikut berperan dalam menggali evolusi dimuka bumi karena seperti yang kita tahu bahwa evolusi adalah suatu hal yang belum jelas  dan dapat dibuktikan secara langsung, namun janganlah dijadikan sebuah momen untuk berperang dalam memikirkan karena akan menimbulkan perpecahan


Sumber: chelsiekr.blogspot.com
Editor: MID group

Subscribe to receive free email updates: