Seskali pinjamlah hati mereka yang kamu lukai - pengorbanan terakhir seorang ibu


Sesekali pinjamlah hati mereka yang kamu lukai, pinjamlah hati mereka yang kamu bohongi,pinjamlah hati mereka yang kamu permainkan, pinjamlah hati mereka yang kamu ambil haknya, pinjamlah hati mereka yang kamu sakiti perasaannya, agar kau tahu bagaimana pengorbanan dan keikhlasan seorang ibu kepada anaknya

PENGORBANAN TERAKHIR SEORANG IBU

Pada malam itu desa Sukamaju dihadang hujan yang deras beserta petir yang menyambar, saat itulah bayi Ibu Ruminah lahir . Ibu Ruminah adalah seorang janda yang suaminya telah meninggal saat bayi itu masih di dalam kandungan , proses kelahiran bayi itu dibantu oleh dukun beranak satu-satunya di desa itu. bayi itu terlahir dengan sempurna , Ibu Ruminah terlihat sangat bahagia akhirnya bayi yang ia kandung selama 9 bulan telah lahir dengan selamat dan sempurna, walaupun bayi itu terlahir tanpa seorang ayah.Ibu Ruminah memberi nama bayi cantik itu adalah Lestari atau biasa dipanggil Tari.
14 Tahun Kemudian…..
“Ibu, Ibu…” teriak seorang anak gadis. “iya nak, ibu disini” teriak sang ibu dari belakang rumah “ibu…., ibu dimana si”teriak anak gadis itu dengan wajah yang sangat marah. Ibu itu langsung menghampiri anaknya yang sedang marah.
“iya nak ada apa”Tanya bu Mina.
“Ibu gimana si, kuping ibu tuli hah, dipanggil gak dateng-dateng” Bentak anak gadis itu.
“Maaf nak, dibelakang ibu harus menyelesaikan cucian orang”jelas ibu itu dengan lembut.
“udah ah bu, aku mau makan , sekarang makanannya mana”ucap gadis itu.
“Iya, sebentar ya, ibu ambilkan makanan dulu, ”kata ibu Mina yang langsung mengambil makanan .
“yaudah cepetan, jangan lama”ucap gadis itu dengan kasar.

Pengorbanan Terakhir Ibu
Setelah Ibu Mina mengambil makanan untuk anaknya yang bernama Tari. Tiba-tiba Tari langsung membuang makanan itu di hadapan ibunya.
“Astagfirullah alazim, kenapa kamu mumbuang makanan ini nak”ucap ibu Mina.
“Mau tau kenapa, Tari udah bosen bu makan tempe tahu terus setiap hari, Tari mau makan ayam bu”
“Nak uang ibu tidak cukup untuk membeli ayam, sudalah nak makan aja apa adanya , itu namanya kita mensyukuri nikmat yang sudah diberikan Allah kepada kita”
“Nikmat, ini yang namanya nikmat, makan cuman pake tahu ama tempe doang, pokonya tari gak makan kalau gak pake ayam, terserah ibu mau nyari uang dimana, yang penting tari mau makan ayam , kalau gak ibu tau sendiri akibatnya” ucap anak itu dengan mengancam.
“Iya nak, ibu akan berusaha untuk membeli ayam untuk kamu” kata ibu Tari
“Yaudah sana cepetan” ketus tari.
“oh, ya nak kamu hari ini tidak sekolah” Tanya ibu Ruminah.
“sekolah untuk apa, kalau ujung-ujungnya aku dikatain sama teman-teman karena punya ibu tukang cuci,dan miskin kaya ibu” kasar Tari.
“ya , Allah. Nak ilmu itu penting buat masa depan kamu”
“Ahh, ibu bawel, udah sana cepat beliin ayam, atau Tari kabur dari rumah ini” kata Tari dengan mengancam ibunya.
“Iya nak, ibu pergi dulu yaa, Assalamualaikum ” kata ibu Ruminah dengan lembut dan langsung pergi kepasar.

Sepanjang jalan menuju pasar , Ibu Ruminah hanya dapat permintaan memikirkan anaknya, dia sangat bingung bagaimana caranya dia dapat membelia ayam, sementara uang yang dia miliki hanya tinggal dua ribu rupiah.
“ Ya , Allah bagaimana caranya hamba bisa memenuhi keinginan putri hamba, tidak mungkin jika hamba hutang lagi kepada orang, pasti tidak ada yang ingin meminjamkan hamba uang , karena hutang hamba sudah banyak terhadap orang lain” ucap ibu Ruminah dalam hati . Tiba-tiba ibu Ruminah teringat dengan cincin pemberian Almarhum suaminya, lalu dia pun langsung melihat jari telunjuk yang terdapat sebuah cincin yang indah. Tanpa pemikiran panjang ibu Ruminah langsung menuju took mas , dia akan menjual cincin peberian almarhum suaminya, hanya untuk membeli ayam buat anaknya.
“Permisi, Pak saya ingin menjual cincin ini” Ucap ibu Ruminah.
“Coba saya lihat” ucap seorang penjual toko mas.
“Kalau boleh saya tau, berapa ya pak harganya jika cincin itu dijual” Tanya Ibu.
“Kalau cincin seperti ini mah palingan harganya , dua ratus ribu”
“Apa, dua ratus ribu, saya membeli cincin itu seharga lima ratus ribu.” Sahut ibu Ruminah
“Ibu, sekarang harga mas lagi turun kalau ibu mau jual ya harganya segitu” kata bapak itu dengan kasar.
“Yasudahlah pak, saya mau, tidak apa-apa” ucap ibu Ruminah
Lalu penjual toko itu langsung pergi mengambil uang. Ibu Ruminah hanya dapat berdiam, dia merasa sangat berdosa karena dia sudah melanggar janjinya untuk menjaga cincin pemberian suaminya.
“Mas, maafkan aku , aku sudah melanggar janji itu. Maafkan aku, ku terpaksa, aku tidak mau putri kita kelaparan” ucap Ibu Ruminah dalam hati. Tiba-tiba Bapak penjual toko mas menghampiri ibu Ruminah.
“Ini bu , uangnya” ucap bapak itu dengan memberikan uang dua ratus ribu, kepada ibu Ruminah
“terima kasih pak.” Sahut ibu Ruminah.

Ibu Ruminah langsung pergi ke kios ayam, dan dia langsung membeli ayam. Sesampai dirumah ibu Ruminah langsung memasak ayam untuk anaknya. Lalu setelah makanan untuk anaknya sudah siap , dia langsung memanggil anaknya.
“Tari,tari sini nak ayamnya sudah matang, ayo nak kita makan, Tari” teriak ibu Ruminah.
“Iiiiiiihh, ibu berisik tau.” Ucap tari.
“Ayo nak , makanannya sudah matang, ayo kita makan” kata ibu dengan halus.
“iya-iya.”
Lalu merekapun makan bersama dengan lahap.

Keesokkan harinya…..
Saat Ibu Ruminah dan anaknya Tari sedang menjemur pakaian di halaman rumah , tiba-tiba datang seorang perempuan cantik dengan memakai mobil mewah berwarna merah datang kerumah Ibu Ruminah, Ibu Ruminah sangat terkejut dengan kedatangn perempuan itu seperti ibu Ruminah mengenal perempuan itu. Lalu perempuan itu menghampiri Ibu Ruminah dan anaknya.
“Hai Ruminah , sudah lama yaa, kita tidak bertemu” sapa perempuan itu.
“Iya Sinta sudah lama kita tidak bertemu.”sahut ibu.
“Ibu, siapa wanita itu?” Tanya Tari.
“Kamu tidak mengenal saya Tari, apa ibu kamu tidak pernah menceritakan keluarga ayah kamu.” Jelas perempuan itu.
“Keluarga ayah, ibu dia tante aku” Tanya Tari .
“Iya nak , dia tante kamu dia adik dari ayah kamu, dia namnya tante sinta”jelas ibu Ruminah.
“Tante, kenapa ibu gak pernah cerita sama Tari kalau ayah masih punya keluarga” ucap Tari dengan nada kasar.
“Mungkin ibu kamu takut kalau kamu nantinya akan diambil, oleh keluarga ayahmu”Sahut perempuan itu
“Maksud tante, apa”Tanya Tari.
“Tante datang kesini hanya untuk, menjemput kamu nak, tante mau kamu tinggal di kota sama tante dan eyang disana.”
“Tidak, saya tidak mau Tari diasuh olek kalian, Tari ibu mohon sama kamu nak tolong jangan ikut tante itu” kata ibu Ruminah.

“ Tari, sayang kalau kamu ikut tante ya , tante jamin kehidupan kamu akan tercukupi, lagian kamu disana bukan hanya tinggal sama tante doang tapi ada eyang disana, lihat ibu kamu tu memang egois , masa dia biarin kamu sengsaran tinggal digubuk yang bau seperti ini, jadi kamu mau kan ikut tante.” Ucap tante Sinta dengan merayu Tari. Suasana dirumah itu sangat tegang dan Ibu Ruminah sangat ketakutan jika anak satu-satunya dia diambil oleh keluarga suaminya.
“Tari, ibu mohon nak” ucap ibu Ruminah.
“Maaf bu, Tari mau ikut tante Sinta, Ibu mau kan Tari sukses, jadi Tari memutuskan untuk ikut tante Sinta” kata Tari yang menyakiti ibunya. “Tarii ,nak”. Ucap ibu Ruminah dengan meneteskan air mata dipipinya.
“Bagus Tari, kamu memang anak yang pintar , ayo kita pergi sekarang dari gubuk ini,” ketus wanita itu.
“Ibu, Tari pergi dulu yaa” Pamit Tari.
“Tari…. Nak jangan tinggalin ibu” kata ibu Ruminah dengan berjatuhannya air mata dipipinya.

Taripun pergi bersama tante Sinta dengan meninggalkan Ibunya. Ibu Ruminahpun sangat sedih karena,anak yang dia kandung selama 9 bulan tega meninggalkan dirinya.

Jakarta, dirumah eyang Tari.
Taripun sudah sampai dirumah eyangnya yang sangat mewah menurutnya , dia sangat senang karena akan tinggal dirumah yang mewah ini.
“wah , rumahnya bagus sekali, lebih baik aku tinggal disini dari pada aku harus tinggal di desa bersama ibu” Ucap Tari dalam hati.
“Tari ayo masuk” kata tante Sinta.

Saat Tari masuk kerumah, wanita separuh baya menyambutnya dengan riang gembira Lalu wanita itu memeluknya , ternyata wanita itu adalah eyangnya Tari.
“Tari, ini eyang nak, eyang Titi.” Ucap wanita itu.
”eyang, Tari rindu sama eyang” kata Tari dengan memeluk eyangnya.
“Eyang juga rindu sekali sama Tari, ayo masuk Tari” ucap eyang Titi, lalu dia mengajak Tari masuk ke rumah mewahnya.
“ Tari, bagaimana kehidupan kamu disana”Tanya eyang Titi
“yaaah, dirumah ibu mah , gak enak nek, setiap hari makannya cuman tempe ama tahu.” Kata Tari.
“Terus gimana dengan sekolah kamu?” Tanya eyang itu lagi.
“ Tari gak sekolah enyang gak punya biaya”.
“Kalau kamu gak sekolah, apa yang kamu lakukan selama ini disana” Tanya Tante Sinta dengan nada suara yang agak keras.
“Yah , aku bantuin ibu kerja”
“Apa, kamu kerja keterlaluan sekali Ruminah, dia sudah membunuh kakakku dan sekarang dia tega menyuruh anaknya kerja, hanya demi kepentingan dirinya.” Ucap tante Sinta dengan nada yang keras.
“Apa, Ibu membunuh ayah, maksud tante apa”Tanya Tari dengan pikiran yang membingungkan.
“iyaTari, gara-gara ibu kamu, ayah kamu meninggal dan asal kamu tau setelah ayah kamu meninggal ibu kamu langsung pergi begitu saja membawa kamu, padahal kami ingin merawat kamu, tapi karena keegoisan ibu kamu , akibatnya kamu menjadi menderita seperti ini” jelas tante Sinta dengan tegas.
“Sudah-sudah yang penting sekarang Tari sudah sama kita, Tari kamu maukan tinggal sama eyang disini.” Tanya eyang.
“ya, pastilah eyang, Tari pasti mau tinggal disini, Tari gak mau tinggal dirumah orang yang sudah membunuh ayah” Ucap Tari.
“Bagus Tari , memang kamu harus seperti itu” ucap Tante Sinta, dengan senyum kecil dibibirnya.

Akhirnya Tari pun tinggal dirumah eyangnya yang mewah itu bersama tante Sinta, sementara ibunya dilupakan begitu saja. Ibu Ruminah sangat merindukan Putrinya itu, setiap malam dia selalu berdoa agar putrinya dapat kembali kepelukannanya.
“ Ya, Allah ya Tuhanku, hamba mohon kepadamu kembalikanlah putri hamba ya Allah , hamba sangat merindukannya, sudah berbulan-bulan dia tidak datang kesini, ya Allah semoga anak hamba masih berada dijalanmu dan berilah dia kesehatan kepadanya ya Allah, Aminn.”Doa Ibu Ruminah.

Beberapa Tahun kemudian….
Hari ini Ibu Ruminah pergi ke kota hanya untuk menemui anaknya , dia sudah menjual rumah yaitu harta satu-satunya agar dapat menemui anaknya yang berada di kota. Sesampai dikota Ibu Ruminah langsung menuju rumah mertuanya dab disanalah tempat Tari anaknya tinggal.

Sampai di Rumah Eyang Titi.
Ibu Ruminah sudah sampai dirumah mertuanya itu, dia sedang berada di depan gerbang rumah mertuanya, lalu tiba-tiba mata ibu Ruminah tertuju kepada perempuan cantik memakai baju dress merah yang sedang duduk diteras rumah, dan ternyata perempuan itu adalah Tari anak Ibu Ruminah dia sudah menjadi gadis dewasa dan sangat cantik. Lalu Ibu Ruminah langsung menyebut nama Tari.
“Tari, Tari” teriak ibu itu. Tari melihat ibu itu, lalu diapun terus memperhatikan ibu itu. Tiba-tiba Tari menyebut ibu.
“Ibu” ucap Tari yang langsung menghampiri ibunya.
“Tari , ini ibu nak, ya Allah ternyata kamu sudah jadi gadis cantik yang dewasa.” Ucap ibu Ruminah.
“Ibu ,mau ngapain kesini” Tanya Tari dengan ketus.
“Ya Allah nak, ibu kesini mau melihat kamu, ibu rindu sekali sama kamu.” Kata ibu.
“Hah , rindu, udalah sebaiknya ibu pulang kampong sekarang juga, Tari gak mau melihat orang yang udah pembunuh ayah.” Ucap Tari yang langsung pergi meninggalkan ibunya. Ibu Ruminah hanya dapat berdiam memikirkan kata-kata anaknya, dia sangat bingung mengapa Tari bisa berkata seperti itu.
“nak, apa maksudmu ibu tidak mengerti, ini pasti ada kesalah pahaman, Tari ,Tari dengerin ibu nak”Teriak ibu Ruminah. Lalu seorang satpam mengusir ibu Ruminah.
“Ibu, sebaiknya ibu pergi dari sini, atau saya panggilkan polisi.” Kata satpam itu dengan kasar.
“Iya , baik pak”
“yasudah, sana cepat pergi” ucap satpan itu dengan nada suara tinggi.

Dirumah Tari semua keluarga disana sangat terkejud dengan kedatangan ibu Ruminah yang tak lain adalah ibunya Tari . Tiba-tiba seorang wanita cantik memanggil namanya.
“Tari” panggil seorang wanita .
“Tante Sinta” sahut Tari.
“Apa benar ibu kamu datang kesini, terus dimana dia?” Tanya tante Sinta.
“aku sudah usir tante” ucap Tari.
“Apa, kamu mengusirnya” ucap tante Sinta.
“iya, memangnya kenapa tante” Tanya Tari dengan wajah yang serius.
“Kenapa kamu mengusirnya walau bagaimanapun juga, dia tetap ibu kamu Tari”kata tante Sinta.
“tante ini gimana sih, kan waktu dulu tante yang nyuruhn aku untuk membenci ibu.”
“Iya, dulu tante memang berkata seperti itu, maafin tante Tari, tante sudah melakukan kesalahan yan besar” ucap tante Sinta sambil meneteskan air mata.
“Maaf tante , Tari sudah terlanjur benci sama Ibu , jadi Tari tidak bisa menerima ibu lagi”kata Tari yang langsung pergi menuju kamarnya.
“Ya Allah maafkalah hambamu ini” ucap tante sinta dengan berdoa.

Ibu Ruminah terus berjalan mengikuti kata hatinya, tak tau harus kemana dia pergi , kalau dia balik lagi ke kampong dimana dia harus tinggal, tapi kalau dia tetap disini menuggu anaknya, apakah mungkin anaknya mau menerimana dia atas kesalah pahaman ini. Saat ibu Ruminah sedang berjalan, tiba-tiba mobil berhenti dihadapanya, lalu keluarlah seorang pemuda dari mobil itu.
“Ibu, ibunya Tari ya”Tanya pemuda.
“ ya benar ,kamu siapa ya nak, kenapa kamu kenal sama anak saya” Tanya ibu Ruminah.
“oh ya bu ,perkenalkan saya Tio, kekasihnya Tari” ucap Tio dengan memperkenalkan dirinya.
“Ibu ingat, kamu yang tadi dirumah Tarikan.”
“Iya bu, oh ya ibu mau kemana?” Tanya Tio.
“Ibu, juga tidak tau nak mau pergi kemana.”
“Bagaimana , ibu tinggal dirumahku untuk sementara, sambil menyadarkan Tari.”ucap Tio
“Apa, tidak usah nak , nanti ibu malah merepotka kamu.”kata ibu Ruminah.

Ibu Ruminah terus berjalan mengikuti kata hatinya, tak tau harus kemana dia pergi , kalau dia balik lagi ke kampong dimana dia harus tinggal, tapi kalau dia tetap disini menuggu anaknya, apakah mungkin anaknya mau menerimana dia atas kesalah pahaman ini.

Keesokkannya….
Ibu Ruminah datang lagi kerumah Tari, tapi disana ibu Ruminah diperlakukan dengan kasar oleh anaknya sendiri, didepan eyang Titi dan tante Sinta.
“Ibu sebaiknya pergi dari sini, Tari gak mau melihat ibu lagi.” Kata Tari dengan kasar.
“Mengapa-mengapa kamu mengusir ibu, apa salah ibu Tari.” Tanya Ibu Ruminah , yang langsung meneteskan air mata.
“salah ibu adalah karena ibu, ayah meninggal , karena ibu semasa kecil aku selalu menderita, aku gak pernah bahagia kalau berada disisi ibu.”ujarku
“Nak, dengerin ibu, bukan ibu yang menyebabkan ayah kamu meniggal, itu semua sudah takdir Allah nak, lalu kalau ibu pulang kampong ibu mau tinggal dimana, rumah sudah ibu jual hanya ingin menemui kamu.” Ucap ibu.
“oooooo, jadi ibu kesini cuman mau minta duit sama , aku ini ini duit untuk ibu, jadi sekarang ibu pergi dari sini.” Ucap Tari dengan mengusir ibunya. Lalu tiba-tiba jantung Tari terasa sakit, dan Taripun jatuh pingsan. Semua yang berada disana langsung panik termasuk ibunya Tari.

Tari langsung dibawa kerumah sakit, sesampai di rumah sakit ,Tari langsung diperiksa oleh dokter, tidak disangka dokter bilang kalau Jantung Tari mengalami kebocoran jantung, keluarga Tari sangat tidak percaya dengan omongan dokter, karena selama ini Tari terlihat sehat-sehat saja, tapi mengapa tiba-tiba dokter bilang kalau Tari mengalami kebocoran jantung.
“Lalu bagaimana dok, caranya agar Tari sembuh?” Tanya eyangt Tari.
“cara satu-satunya adalah dengan mendonorkan jantung kepada Tari.” Ucap dokter itu.
“Dok, biar saya saja yang mendonorkan jantung untuk cucu saya, saya sudah tua sebentar lagi saya akan meninggal jadi biar saya saja yang mendonorka jantung untuk cucu saya.” Ucap eyang.
“Maaf, bu saya tidak bisa mengambil jantung orang yang masih hidup.” Jelas dokter itu, yang langsung meninggalkan keluarga Tari.

Ibu Ruminah sangat sedih karena anaknya mengidap penyakit yang sangat mematikan. Ibu Ruminah langsung pergi meninggalkan rumah sakit, dia tidak sanggup melihat anaknya menderita seperti itu, dia sangat sedih sepanjang jalan dia hanya dapat menangisi anaknya.
“ Ya, Allah mengapa kau memberikan penyakit kepada putri hamba, biarkanlah hamba yang memiliki penyakit itu ya Allah.” Doa ibu Ruminah.
Saat ibu Ruminah menyebrang jalan, tiba-tiba mobil hitam dari arah timur melaju kencang dan menabrak ibu Ruminah. Ibu Ruminah langsung dibawa kerumah sakit oleh orang-orang yang berada disana, sementara orang yang menabrak ibu Ruminah langsung diamankan oleh pejalan kaki.
Di Rumah Sakit……
Tari, masih terbaling lemah tidak berdaya. Eyang dan Tantenya hanya bisa mengharapkan suatu mukzizat agar Tari dapat sembuh.
“Sinta, apa mungkin ini suatu azab yang dikasih Allah kepada Tari, karena Tari sudah durhaka kepada ibunya.” Ucap eyang Titi.
“Ini semua salah Sinta, bu.. Sinta yang sudah membuat Tari menjadi anak durhaka.” Kata tante Sinta yang terisak tangisan. Tiba-tiba seorang dokter menghampiri mereka
“Ibu, kami mendapatkan kabar baik untuk Tari, kami sudah menemukan pendonor jantung untuk Tari.”ucap dokter itu.
“Apa, benar dokter, lalu siapa orang yang sudah mendonorkan jantungnya dok.” Tanya eyang.
“Dia adalah korban tabrak lari, lalu dia berpesan sebelum dia meninggal, dia ingin mendonorkan jantungnya untuk pasien yang bernama Tari, lalu ibu itu bernama Ruminah.” Jelas dokter.
“Apa, Ruminah.Astagfirulah alazim, ya Allah betapa mulia hati seorang wanita itu.” Ucap tante Sinta.
“Jadi bagaimana, kita segera lakukan operasi, bu.”ujar dokter itu.
“Baiklah lakukanlah dokter.” kata eyang.
Operasi itupun segera dilaksanakan, dan yang mendonorkan jantung untuk Tari adalah ibunya sendiri, dia relah menggantika nyawanya untuk anaknya itu.
Beberapa jam kemudian, dokter itu keluar dari ruang operasi dan mengabarkan operasi itu berhasil dilakukan Tari telah selamat dari maut yang mengancamnya, tapi dia telah kehilangan orang yang sudah melahirkanya.

Beberapa hari kemudian….
Tari telah sadar kembali ,dia sudah bisa membuka matanya. Saat mata dia membuka matanya, hanya ada eyang dan tantenya. Lalu Tari menanyakan keberadaan ibunya.
“Ibu, ibu.” Ucap Tari yang memanggil ibunya.
“Tari , sayang kamu sudah sadar nak.” Ujar eyang.
“Eyang, ibu dimana , Tari mau ketemu ibu.” Ucap Tari yang terus memanggil ibunya. Tante dan Ibunya hanya bisa berdiam membisu mendengan Tari mencari ibunya.
“Mengapa kalian diam, dimana ibu, Tari mau ketemu ibu, Eyang tadi Tari mimpi ketemu ibu, lalu ibu ninggalin Tari Ibu memberikan salam perpisahan sama Tari, eyang ibu mana Tari kangen sama ibu, Tari menyesal karena sudah bersikap kasar sama Ibu.” Kata Tari.
“Sayang, kamu harus tabah ya nak, ibu kamu… suda tiada lagi didunia ini, dia meninggal akibat kecelakaan tabrak lari.” Jelas tante Sinta.
“Apa, gak mungkin ibu, gak mungkin meninggal.”
“Tari kamu harus tau ini, orang yang sudah mendonorkan kamu jantung, itu adalah ibu kamu, dia yang sudah mendonorkan jantungnya untuk kamu, agar kamu tetap hidup.” Jelas eyang.
“ i i ibuuu, maafin Tari buu, Tari menyesal , ibuuu jangan tinggalin Tari.” teriak Tari yang terisak tangisan.
Tari sangat menyesal atas perlakuannya kepada ibunya , dia sangat sedih dan dia sangat terpukul atas kepergian ibunya , dia belum sempat meminta maaf kepada ibunya yang sudah melahirkannya . Dia berjanji dia akan selalu mendoakan ibunya setiap hari agar ibunya dapat diterima disisi Allah SWT, tetapi sampai kapanpun rasa penyesalan dia masih tetap membekas dihatinya.
Sesekali pinjamlah hati mereka yang kamu lukai, pinjamlah hati mereka yang kamu bohongi, pinjamlah hati mereka yang kamu permainkan, pinjamlah hati mereka yang kamu ambil haknya, pinjamlah hati mereka yang kamu sakiti perasaannya, supaya kamu tahu bahwa sakit itu seperti apa. Kisah inspiratif

Subscribe to receive free email updates: