PERKEMBANGAN ISLAM DI MYANMAR || Materi sejarah kebudayaan islam || materi sekolah



PERKEMBANGAN ISLAM DI MYANMAR


KATA PENGANTAR
bismillahirrahmanirrahim
Puji syukur penulis sampaikan kepada Allah SWT karna atas petunjuk-Nya, penulis bisa menyelesaikan Lembar Makalah Sejarah Islam Asia Tenggara.  Ucapan terima kasih kami tujukan kepada saudara atau rekan-rekan yang telah mendukung dan membantu  untuk membuat makalah ini.
Ketertarikan kami menulis makalah ini dengan tema “Perkembangan Islam di Myanmar” agar kami dapat mengetahui bagaimana islam berkembang di myanmar.
Kami mengharapkan makalah ini dapat berguna. Kami menyadari bahwa tidak ada yang sempurna di atas dunia ini selain Sang Khaliq Allah SWT. Untuk itu kami sangat mengharapkan saran-saran dan kritikan dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini. Akhir kata kami berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada pembaca.


DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
B.       Rumusan Masalah
C.       Tujuan
BAB II PEMBAHASAN
A.      Dinamika Islam di Myanmar
B.       Kondisi Burma (Myanmar) Sebelum Kedatangan Islam
C.       Awal Kedatangan Islam di Myanmar
D.      Proses Islamisasi di Myanmar
E.       Komunitas Muslim di Myanmar
F.       Rohingya dan Problem Minoritas
BAB III PENUTUP
A.      Kesimpulan
B.       Saran


BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang
Myanmar yang dahulu dikenal dengan Burma secara geografis terletak di ekor anak benua India, disebelah barat berbatasan dengan Laut Andaman, sebelah utara dengan India, timur dengan China, dan selatan dengan Thailand. Luas wilayahnya adalah 678.000 km², dengan jumlah penduduk 45 juta.
Agama Islam sampai ke Myanmar dibawa oleh para pedagang Arab Muslim yang menetap di pantai Arakan. Kemudian di Arakan inilah nantinya berkembang menjadi negara muslim, dan disini akan berkembang pula orang-orang muslim yang nantinya disebut Muslim Rohingya.
Di Myanmar terdapat beberapa etnis yaitu : Burma, Karen, Chin, Kachin, Shan, dan Rohingya. Etnis Burma yang mayoritasnya adalah orang Budha nantinya akan mendominasi di Myanmar, karena di samping jumlah mereka yang lebih banyak daripada kelompok-kelompok etnis yang lain, kemudian menguasai berbagai bidang kehidupan di negara itu. Dan pada akhirnya, secara politis, mereka pun mendominasi.
B.       Rumusan Masalah
1.          Bagaimana dinamika islam di Myanmar?
2.          Bagaimana kondisi Myanmar sebelum datangnya Islam?
3.          Bagaimana awal kedatangan islam di Myanmar?
4.          Bagaimana proses islamisasi di Myanmar?
5.          Apa saja komunitas muslim di Myanmar?
6.          Bagaimana problem minoritas muslim di Myanmar?
C.       Tujuan
Adapun tujuan dan manfaat dari makalah ini adalah agar  mahasiswa mengetahui bagaimana perkembangan islam di Myanmar dan memberikan gambaran tentang perkembangan islam di Myanmar pada saat  ini.

 Baca juga:  Perkembangan Islam di Filipina || Materi Sejarah Kebudayaan Islam


BAB II
PEMBAHASAN
A.      Dinamika Islam di Myanmar
Myanmar yang dulu dikenal dengan Burma adalah negara yang mayoritas penduduknya beragama Budha (lebih 85%), mminoritas Kristen (kurang dari 4.5%), Hindu (1,5) yang sebagian besar tinggal diluar bandar. Semantara umat Islam berjumlah sekitar 4% dari jumlah peduduk di seluruh Myanmar. Populasi Muslim terbesar adalah Rohingya (sekitar 3,5 juta orang). Penduduk muslim sebagian besar tinggal di Rakhine (dulu Arakan) yang berbatasan dengan Bangladesh.
Agama Islam pertama kali tiba di Myanmar pada tahun 1055. Islam mulai menyebarkeetika para saudagar Arab yang beragama Islam ini mendarat di daerah Delta Sungai Ayeyarwady, Semenanjung Tanintharyi, dan daerah Rakhin. Kedatangan umat islam ini dicatat oleh orang-orang Eropa, Cina, dan Persia. Populasi umat Islam yang ada di Myanmar saat ini terdiri dari keturunan Arab, Persia, Turki, Moor, Pakistan, dan Melayu. Selain itu, beberapa warga Myanmar juga menganut agama Islam seperti dari etnis Rakhin dan Shan.
Populasi Islam di Myanmar sempat meningkat pada masa penjajahan Inggris, disebabkan oleh meningkatnya umat Islam India yang bemigrasi ke Myanmar. Tapi, populasi umat Islam semakin menurun ketika perjanjian India-Myanmar ditandatangani pada tahun 1941.
Sebagian besar muslim di Myanmar bekerja sebagai penjelajah, pelaut, saudagar, dan tentara. Beberapa diantaranya juga bekerja sebagai penasehat politik kerajaan Burma. Musli Persia menemukan Myanmar setelah menjelajahi daerah selatan Cina.
Umat muslim asli di Myanmar disebut Pathi dan muslim Cina disebut Panthay. Konon, nama Panthayberasal dari kata Parsi. Kemudian komunitas muslim bertambah di daerah Pegu, Tanesserim, dan Pathein. Tapi komunitas ini mulai berkurang seiring dengan bertambahnya populasi asli Myanmar.
B.      Kondisi Burma (Myanmar) Sebelum Kedatangan Islam
Dalam sejarah Burma tercatat bahwa negeri ini merupakan kerajaan yang telah merdeka sejak sekitar abad 266 SM hingga tahun 1782 M sebelum berada dibawah pemerintahan Burma. Dapat diketahui bahwa Burma memiliki sejarah yang panjang. Sama halnya dengan negeri-negeri di Asia Tenggara pada masa pra-Islam daerah-daerah di Asia Tenggara telah didominasi oleh agama Hindu dan Budhha, yang dibawa oleh orang-orang India melalui jalur perdagangan. Pada masa sebelum Islam masuk di Burma ( myammar ) telah terdapat beberapa kerajaan yang terletak di dua daerah yakni di daerah Pagan (Bagan) dan Arakan, di kedua daerah ini merupakan tempat dimana agama Hindu dan Budhha dapat berkembang hingga dapat masuk ke dalam kalangan kerajaan.
Telah kita ketahui bahwa agama terbesar di Burma didominasi oleh agama Buddha. Hal ini dapat diketahui dari adanya para pedagang dari Cina yang telah melalui daerah ini. Hal ini terlihat dari sumber Cina, yang mana rute jalan tua melintas daratan antara Cina dan Barat, yang menyebrangi daerah bagian Utara negeri ini. Petunjuk pertama pemakaiannya tahun 128 SM, ketika Chang Chi'en menemukan hasil negeri Cina dari Propinsi Seachuan, di Bactria. Langkah – langkah diambil untuk menghubungkannya tetapi hanya pada tahun 69 SM Cina menemukan perfektur Yung Ch'ang menyebrangi mekang dengan markas besarnya di Timur Salween, kira-kira 60 mil dari perbatasan Burma sekarang
C.      Awal Kedatangan Islam di Myanmar

1.       Kedatangan Orang-Orang Arab di Arakan
Arakan, yang pada asal mulanya dinamakan Rohang, merupakan sebuah bangsa yang berdiri sendiri sejak awal mula sejarah bangsa itu dikenal. Arakan sejak dahulu telah banyak didapati para pedagang Arab, Arakan merupakan tempat terkenal bagi para pelaut Arab, Moor, Turki, Moghuls, Asia Tengah, dan Bengal yang datang sebagai pedagang, prajurit, dan ulama. Mereka datang melalui jalur darat dan laut. Pendatang tersebut banyak yang tinggal di Arakan dan bercampur dengan penduduk setempat. Muslim Arab datang pertama kali melewati daratan India dan Asia Tenggara melalui jalur perdagangan pada abad ke-7. Pada waktu itu, rempah-rempah, katun, batu mulia, barang tambang, dan komuditas lainnya yang datang dari Selatan dan Asia Tenggara merupakan barang-barang yang sangat dibutuhkan di daerah Timur Tengah dan Eropa. Orang-orang Arab datang sebagai pedagang, dan hampir menguasai perdagangan tersebut. Mereka melahirkan pedagang-pedagang yang menyebarkan Islam dan menjadi pelaut-pelaut hebat, pengetahuan mereka tentang navigasi, ilmu garis lintang, dan garis bujur, fenomena astronomi, dan geografi negara-negara telah membuat mereka tak tertandingi dalam hal berdagang di Samudera Hindia selama beberapa abad. Orang-orang Arab tersebut menulis tentang tempat-tempat yang mereka datangi untuk membuktikan kedatangan mereka di dunia Timur dan Barat.
2.       Kedatangan Orang-orang Muslim di Pagan (Bagan)
Generasi awal Muslim yang datang ke delta Sungai Ayeyarwady Burma, yang terletak di pantai Tanintharyi dan di Rakhine bermula pada abad ke 9, sebelum pendirian imperium pertama Burma pada tahun 1055 M oleh Raja Anawrahta dari Bagan. Keberadaan orang-orang Islam dan da'wah Islam pertama ini didokumentasikan oleh para petualang Arab, Persia, Eropa, dan Cina. Orang-orang Islam Burma merupakan keturunan dari orang-orang Islam yang menetap dan kemudian menikahi orang-orang dari etnis Burma setempat.
Orang-orang Islam yang tiba di Burma umumnya sebagai pedagang yang kemudian menetap, anggota militer, tawanan perang, pengungsi, dan korban perbudakan. Bagaimanapun juga , ada diantara mereka yang mendapat posisi terhormat sebagai penasehat raja, pegawai kerajaan, penguasa pelabuhan, kepala daerah dan sebagainya.
D.      Proses Islamisasi di Myanmar
proses islamisasi memakan waktu yang lama untuk mewujudkan suatu kekuasaan, mereka baru dapat mendirikan Negara Islam Arakan pada abad ke-8 H/14 M. Proses penyebaran Muslim dari pantai Arakan kemudian lanjut ke selatan dan masuknya Islam ke Myanmar tidak hanya dibawa oleh para pedagang Arab, Muslim Malaysia dan India juga mempunyai peranan yang penting dalam penyebaran Muslim di Myanmar. Kemudian hukum keluarga Muslim berlaku dan sekitar 5.000 Muslim pergi melaksanakan ibadah haji setiap tahunnya. Di kota-kota besar, ada beberapa mesjid dan al-Qur'an diterjemahkan ke dalam bahasa Burma oleh suatu tim Muslim yang benar-benar menguasai materi tentang itu.
Kekuasaan Islam di Arakan berjalan lebih kurang selama 350 tahun dengan 48 orang sultan yang memerintah silih berganti, sehingga dijajah oleh Burma pada tahun 1784 dan penjajahan ini berlanjut dengan diambil alih oleh inggris  pada tahun 1822. Pada tahun 1880-an orang-orang Islam di India berbondong-bondong hijrah ke Myanmar, sehingga jumlah Muslim semakin meningkat di Myanmar. Pada tahun 1948 British memberikan kemerdekaan kepada Myanmar, dengan demikian Arakan daerah kekuasaan Islam menjadi daerah kekuasaan Myanmar. Hal ini membuat Muslim tidak senang, karena mereka diperlakukan secara kejam oleh pemerintah bahkan kewarganegaraan mereka dinafikan. Kondisi ini telah membuat Muslim menuntut agar mereka diberi otonomi untuk menjalankan pemerintahan sendiri.
Generasi Pertama Muslim Myanmar
Generasi awal Muslim yang datang ke delta Sungai Ayeyarwady Burma, yang terletak di pantai Tanintharyi dan di Rakhine bermula pada abad ke 9, sebelum pendirian Imperium pertama Burma pada tahun 1055 AD oleh Raja Anawrahta dari Bagan. Keberadaan orang-orang Islam dan da’wah Islam pertama ini didokumentasikan oleh para petualang Arab, Persia, Eropa, dan Cina abad ke 9.Orang-orang Islam Burma merupakan keturunan dari orang-orang Islam yang menetap dan kemudian menikahi orang-orang dari etnis Burma setempat.Orang-orang Islam yang tiba di Burma umumnya sebagai pedagang yang kemudian menetap, anggota militer, tawanan perang, pengungsi, dan korban perbudakan. Bagaimanapun juga , ada diantara mereka yang mendapat posisi terhormat sebagai penasehat raja, pegawai kerajaan, penguasa pelabuhan, kepala daerah, dan ahli pengobatan tradisional.
Muslim Persia tiba di utara Burma yang berbatasan dengan wilayah Cina Yunnan sebagaimana tercatat pada Chronicles of China pada tahun 860. Orang-orang Islam Burma kadang-kadang di sebut Pathi, sebuah nama yang dipercayai berasal dari Persia. Banyak perkampungan di utara Burma dekat dengan Thailand tercatat sebagai penduduk Muslim, dengan jumlah orang-orang Islam yang sering melebihi penduduk lokal Burma. Dalam sebuah catatan,
Pathein dikatakan mendiami Pathis, dan pernah dipimpin oleh Raja India Muslim pada abad ke 13.Para pedagang Arab juga tiba di Martaban, Margue, dan ada pula perkampungan Arab di kepulauan Meik.
Selama pemerintahan Raja Bagan Narathihapate (1255-1286), pada masa perang pertama orang Cina dan Burma, Muslim Tartar Kublai Khan menyerang Kerajaan Kafir dan menduduki wilayah hingga ke Nga Saung Chan. Pada tahun 1283, Kolonel Nasruddin dari Turki menduduki wilayah hingga ke Barnaw (Kaungsin). Orang Turki (Tarek) disebut Mongol, Manchuria, Mahamaden atau Panthays.
E.       Komunitas Muslim di Myanmar
Pada umumnya masyarakat muslim di Burma (Myanmar) terbagi dalam berbagai komunitas yang berbeda, dan masing-masing komunitas muslim ini mempunyai hubungan yang berbeda-beda dengan mayoritas masyarakat Budhha dan pemerintah. Mayoritas terbesar dari komunitas muslim yang ada adalah pengikut Sunni,  Komunitas muslim yang terdapat di Myanmar yaitu:
1.       Muslim Burma atau Zerbadee, merupakan komunitas yang paling lama berdiri dan berakar di wilayah Shwebo. Diperkirakan mereka merupakan keturunan dari para mubalig yang datang dari timur tengah dan Asia selatan serta penduduk muslim awal yang kemudian beranak pinak dengan masyarakat Burma.
2.       Muslim India, Imigran Keturunan India, merupakan komunitas muslim yang terbentuk seiring kolonisasi Burma oleh Inggris abad ke-19. Pada 1886 sampai 1973. Burma dijadikan sebagai bagian dari provinsi India oleh Inggris oleh karena itu banyak imigran dari India ke Burma. Pemerintah Inggris sangat berperan atas datangnya Muslim-muslim India ini. Mereka berdomisili di provinsi Arakan dan Tenasserin. Penyebab Muslim India banyak berdatangan ke Burma karena pemerintah Burma yang membutuhkan sumber daya manusia dan penilaian subyektif Inggris tentang imigran India yang dinilai lebih adaptif dan mandiri.
3.       Muslim Rohingya (Rakhine)  adalah komunitas muslim yang bermukim di Negara bagian Arakan atau Rakhine, yang berbatasan dengan Bangladesh. Suku Rohingya adalah orang Islam dengan budaya mereka yang jelas terlihat di daerah Arakan. Hal itu karena mereka menurunkan agama mereka pada seluruh keturunan mereka dari bangsa Arab, Moor, Pathan, Moghul, Asia Tengah, Bengal dan beberapa bangsa Indo-Mongol. Percampuran dari suku, membuat karakter fisik mereka terlihat lebih berbeda seperti tulang pipi yang tidak begitu keras, mata mereka tidak begitu sipit (seperti orang Rakhine Magh dan orang Burma). Hidung mereka tidak begitu pesek. Mereka lebih tinggi dari orang Rakhine Magh tetapi kulit mereka lebih gelap, beberapa dari mereka kulitnya kemerahan, tetapi tidak terlalu kekuningan.
4.       Muslim HuiHui atau Muslim Cina, adalah muslim cina yang datang dan menetap di burma.

G.     Rohingya dan Problem Minoritas
Etnis Rohing adalah penduduk asli negara bagian Arakan.Arakan sendiri merupakan subuah negara bagian seluas 14.200 mil persegi yang terletak di Barat Myanmar. Merupakan daerah pesisisr Timur teluk Bangali yang bergunung-gunung. Berbatasan langsung engan india di Utara bagian Chin di timur laut, distrik Magwe dan Pegu di timur, distrik Irrawady di selatan dan Bangladesh di barat laut. Saat ini dihuni oleh sekitar 5 juta  penduduk yang terdiri dari dua etnis utama, Rohingya yang muslim dan Rakhine/Maghs yang beragam Budha.
Kata Ronghiya berasal dari kata Rohang, yang merupakan nama lama dari negara bagian Arakan. Arakan dulunya merupakan sebuah negara independen yang dikuasai secara bergantian oleh orang Hindu, Budha, dan Musllim. Pada 1203 M Bengal menjadi sebuah negara Islam, dan sejak saat itu pula pengaruh Islam mulai merambah masuk ke wilayah Arakan. Hingga pada akhirnya pada 1430 M Arakan menjadi sebuah negara Muslim. Selama 350 tahunkerajaan Muslim berdiri di Arakan dan umat Islam hidup dengan tenang. Namun pada 24 September 1784 Raja Boddaw Paya dari Burma mengivasi Arakan dan menguasainya.
Pada 1824-1826 perang Angol-Burma pertama pecah. Ketika perang ini berakhir pada 24 Februari 1426 yang ditandai dengan diratifikasinya pejanjian Yndabo menyebabkan Burma, Arakan dan Tanesserim dimasukkanke wilyah Brithis-India. Lalu dengan Goverment of India Act, tahun 1935 diputuskan bahwa Burma terpisah dari Brithis-India tepatnya mulai tanggal 1 April 1937. Melalui keputusan ini pula di gabungkanlah Arakan menjadi bagian Brithis-Burma, bertentangan dengan kepentingan mayoritas penduduknya yang beragama Islam dan ingin bergabung dengan India. Hingga akhirya Arakan menjadi bagian Burma merdeka pada tahun 1948.
Namun selama 49 tahun kemerdekaan Burma (Myanmar) jumlah umat Islam terus berusaha dikurangi, mulai dari pengusiran hingga pembunuhan, hingga saat ini hanya tinggal sedikit umat Islam Rohingya di Selatan Arakan sedengkan dibagian Utara Rohingya masih menjadi mayoritas.
Semenjak Junta Militer menguasai Burma keadaan semakin buruk, bukan saja hak-hak politis yang dikekang, tetapi juga dalam bidang sosial budaya,hal ini hal ini ditandai dengan ditutupnya tempat-tempat belajar Rohingya pada tahun1965 oleh Junta.
Sejak puluhan tahun dahulu, ratusan ribu kaum muslim Rohingya melarikan diri ke Bangladesh disebabkan kekejaman pemerintah Burma dan penganut Budha tehadap mereka. Selain Bangladesh meraka juga melarikan diri ke Pakistan, Arab Saudi, UAE, Thailand dan Malaysiauntuk berlindung dan sebagian mereka masih berstatus pelarian hingga kini. Penolakan Bangladesh dan negara Muslim lainnya membuat kaum Muslim Rohingya dipaksa kembali ke Burma.
Setelah tahun 1982 pemerintah Junta Burma meloloskan satu Undang-Undang yang dinamakan Burma Citizenship Law of 1982. Undang-undang ini bersifat sentimen keagamaan dan enuh diskriminasi. Muslim Rohingya tidak diakui sebagai warganegara, malah diberi julukan “pendatang” ditanah air mereka sendiri. Setelah itu seluruh hak mereka dinafian dan kaum muslimin ditangkap secara besar-besaran, dipukul, disiksa dan dijadika buruh paksa. Kaum muslimah Rohingyapun dilecehkan beramai-ramai dengan cara yang  ganas.
Sejak diluuskannya Burma Citizen Law ini juga, anak-anak kaum muslimin tidak berpeluang untuk melanjutkan pendidikan mereka. Muslimah juga tidak dibenarkan memakai hijab dan benyak yang dipaksa bekerja di barak-barak. Mereka jua sering diperkosa tanpa belas kasihan. Pemerintah Junta sering merobohkan sekolah-sekolah dan mesjid-mesjid sesuka hati mereka. Dan juga, kaum Muslimin juga tidak dibenarkan menunaikan haji ataupun menyembelih kurban saat idul adha. Mereka juga sering dipaksa untuk meninggalkan nama muslim dan diganti denga nama Budha.
Perlawanan Muslim
Perlakuan pemerintah Myanmar yang tidak baik terhadap Muslim telah membangkitkan semangat Muslim untuk melakukan pemberontakan dan perlawanan terhadap pemerintah Myanmar. Apalagi keinginan otonomi tidak mendapat sahutan dari pemerintah yang sangat kejam, semakin membuat Muslim sadar karena mereka sudah diotak atik oleh pemerintah sesuai seleranya. Puncak perlawanan Muslim terjadi pada tahun 1948 berlanjut sampai tahun 1954 yang dikenal dengan Pemberontakan Mujahid yang dipimpin oleh Kasim. Namun Kasim akhirnya tertangkap, tetapi perjuangan umat Islam terus berjalan sampai tahun 1961 dalam memperjuangkan kemerdekaan dari pemerintah.
Perjuangan yang pada mulanya sempat memudar akhirnya pada dekade 1970-an dan 1980-an kembali aktif. Semenjak itu, perlawanan umat Islam tidak henti-hentinya terhadap pemerintah yang selalu bertindak zalim terhadap umat Islam. Kemudian semenjak tahun 1980, Muslim dari daerah lain dipaksa keluar dari Myanmar dengan penganiayaan yang tidak kalah pelaknya dan ribuan Muslim lari ke Thailand dan Malaysia.
Kondisi Muslim di Myanmar saat ini, mereka sangat teraniaya tidak mendapatkan tempat yang sama dalam urusan pekerjaan. Adapun dalam bidang pendidikan, mereka kalau sekolah di sekolah umum tidak akan mendapatkan pelajaran agama, sedangkan kalau sekolah di sekolah agama (Islam) mereka tidak mendapatkan kesempatan untuk bekerja di pemerintahan sebagaimana alumni pelajar umum lainnya.


 Baca juga: Sejarah Peradaban Islam di Thailand




BAB III
PENUTUP

A.      Kesimpulan
Agama Islam pertama kali tiba di Myanmar pada tahun 1055. Pembawanya yaitu Para saudagar dari Arab yang beragama Islam, dan mereka ini mendarat di delta Sungai Ayeyarwady, Semenanjung Tanintharyi, dan Daerah Rakhin. Kedatangan umat Islam ini dicatat oleh orang-orang Eropa, Cina dan Persia.Populasi umat Islam yang ada di Myanmar saat ini terdiri dari keturunan Arab, Persia, Turki, Moor, Pakistan dan Melayu. Selain itu, beberapa warga Myanmar juga menganut agama Islam seperti dari etnis Rakhin dan Shan.
Dan pada saat sekarang ini keadaan umat islam di Myanmar sangat memprihatinkan, karena respon pemerintah Myanmar yang mengecewakan umat islam yang ada di Myanmar tersebut. Para pemimpin kaum Muslimin berusaha menyuarakan sokongan dan menuntut pembebasan seorang pemimpin demokrasi (Aung San Suu Kyi) yang dikenakan tahanan rumah. Namun mereka diam seribu bahasa atas penderitaan saudara-saudara kita yang yang dibunuh dan di penjara di Myanmar tersebut
B.      Saran
Betapa teraniayanya saudara-saudara kita yang berada di Myanmar sana, pemimpinnya pun tak mempedulikan nasib mereka yang teraniaya dan dibunuh. Karena demi demokrasi pemimpinnya tidak mempunyai belaskasian lagi terhadap saudara-saudara seagamanya.
Oleh karena itu kita sebagai umat islam, marilah mempertahankan dan menegakkan agama islam yang sesungguhnya, agar allah SWT selalu memberikan pertolongannya terhadap kita semua dalam menjalankan agama kita. Dan juga kita mendo’akan agar saudara-saudara kita yang ada di Myanmar sana selalu mendapat pertolongan dari allah SWT

Editor: MID group

Subscribe to receive free email updates: